Dua Inovasi Digital Pendidikan RI Bersaing di WSIS Prizes 2026
Dua inovasi digital Kemendikdasmen, Super Aplikasi Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, lolos ke babak final WSIS Prizes 2026 ajang internasional PBB, dengan voting dibuka hingga 4 Mei 2026.

Bandung – Dua inovasi digital pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berhasil lolos ke babak final Champion Projects di ajang internasional World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua inovasi ini kini bersaing dengan puluhan proyek terbaik dari seluruh dunia untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut, mewakili upaya transformasi digital pendidikan Indonesia di tingkat global dan membuktikan bahwa inovasi lokal dapat bersaing di panggung internasional.
Apa Itu WSIS Prizes 2026?
WSIS Prizes merupakan ajang penghargaan tahunan yang telah berjalan sejak 2012, yang bertujuan mengapresiasi inovasi berbasis teknologi informasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. Diakui sebagai salah satu penghargaan paling bergengsi di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan berkelanjutan, ajang ini menerima ribuan pendaftaran dari berbagai negara setiap tahunnya. Para pemenang dipilih oleh panel ahli internasional berdasarkan kriteria dampak sosial, skalabilitas solusi, dan keberlanjutan jangka panjang.
Dua Inovasi Pendidikan Digital yang Bersaing
Kedua inovasi yang mewakili Indonesia di WSIS Prizes 2026 ini masuk dalam dua kategori yang berbeda, yaitu:
- Super Aplikasi Rumah Pendidikan: Masuk dalam kategori e-Government (C7). Aplikasi ini mengintegrasikan lebih dari 950 layanan pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari akses kurikulum daring, informasi sekolah terbaru, komunikasi real-time antara orang tua dan guru, hingga layanan administrasi pendidikan seperti pendaftaran sekolah dan pengajuan beasiswa. Hingga saat ini, aplikasi ini telah digunakan oleh puluhan juta masyarakat Indonesia, menjadikannya salah satu super aplikasi pendidikan terbesar di negara ini yang membantu mengurangi kesenjangan digital di sektor pendidikan, terutama bagi siswa di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh fasilitas pendidikan konvensional.
- Anugerah Bug Bounty: Bersaing di kategori keamanan digital (C5). Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan keamanan siber di sektor pendidikan, yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik dalam ekosistem digital pendidikan. Melalui program ini, partisipan diajak untuk menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada sistem digital pendidikan, sehingga Kemendikdasmen dapat segera memperbaikinya dan meningkatkan keamanan layanan digital untuk seluruh pengguna. Selain itu, program ini juga berperan dalam melatih generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab.
Dukungan Publik Sebagai Faktor Kunci Kesuksesan
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan melalui voting online untuk kedua inovasi ini.
"Setiap suara yang diberikan oleh masyarakat akan menjadi dorongan besar untuk membawa inovasi pendidikan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi di panggung global," ujar Wibowo dalam pernyataan resminya.
Voting online untuk WSIS Prizes 2026 ini dibuka hingga tanggal 4 Mei 2026 pukul 04.00 WIB. Masyarakat dapat mengakses platform voting resmi dan memilih kedua inovasi Kemendikdasmen yang telah lolos ke babak final.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa dukungan publik bukan hanya sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga cara untuk menunjukkan bahwa inovasi pendidikan digital Indonesia didukung oleh seluruh bangsa.
"Suara setiap warga negara sangat berarti untuk membantu kita meraih prestasi dunia di bidang pendidikan," tambah Suharti.
Pengakuan Internasional untuk Transformasi Digital Pendidikan
Kemendikdasmen menyatakan bahwa lolosnya kedua inovasi ini ke babak final WSIS Prizes 2026 merupakan bukti pengakuan internasional atas upaya Kementerian dalam menghadirkan layanan pendidikan yang responsif, adaptif, dan inklusif di era digital. Melalui inovasi ini, Kemendikdasmen berusaha untuk mengatasi tantangan dalam penyediaan pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan, tetapi juga pada penguatan keamanan siber dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Program Anugerah Bug Bounty, misalnya, tidak hanya meningkatkan keamanan sistem digital pendidikan, tetapi juga melatih generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab.
Cara Memberikan Dukungan
Untuk memberikan dukungan, masyarakat dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Mengakses platform voting resmi WSIS Prizes 2026 melalui tautan yang tersedia di situs resmi Kemendikdasmen
- Mencari Super Aplikasi Rumah Pendidikan di kategori e-Government (C7)
- Mencari Anugerah Bug Bounty di kategori keamanan digital (C5)
- Memberikan suara untuk kedua inovasi tersebut sebelum batas waktu yang ditentukan