Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Draintrack: Inovasi Cerdas Ubah Langkah Jadi Data di Pasanggrahan Ujungberung

Bandung · Oleh · · Diperbarui 18 Agustus 2026

Draintrack inovasi Pasanggrahan Ujungberung, ubah langkah jadi data infrastruktur jalan dan drainase lewat Strava untuk perencanaan pembangunan tepat sasaran.

Draintrack: Inovasi Cerdas Ubah Langkah Jadi Data di Pasanggrahan Ujungberung

Akar Masalah di Balik Kerusakan Jalan Lingkungan

Di kawasan padat penduduk seperti Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, kerusakan jalan lingkungan seolah menjadi lingkaran setan yang tak pernah putus. Mau seberapa sering diperbaiki, jalanan kembali rusak dalam waktu singkat.

Selama ini, perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan sering kali bergantung pada data yang tak memadai. Ketersediaan data spasial—informasi geografis tentang kondisi infrastruktur—menjadi faktor krusial yang selama ini sulit dipenuhi.

Baca Juga: Bandung Great Sale 2026 Pindah ke Laswi Heritage, Transaksi Pariwisata dan Belanja Ditarget Meningkat

Melihat kendala tersebut, Kelurahan Pasanggrahan akhirnya merespons dengan langkah konkret bernama Draintrack.

Mengubah Langkah Menjadi Data Berkualitas

Draintrack adalah singkatan dari "Pemetaan Partisipatif Infrastruktur Jalan dan Drainase Berbasis Strava dalam Perencanaan Pembangunan". Sesuai namanya, inovasi ini mengajak warga—khususnya Pengurus RT—untuk mengubah aktivitas berjalan kaki sehari-hari menjadi proses pengumpulan data spasial yang bermakna.

Baca Juga: Ditres Siber Gondol 12 Tersangka Penipuan Online Berkedok TNI dengan Kerugian Rp40 Juta

Caranya cukup sederhana namun efektif. Para petugas lapangan dilengkapi perangkat gawai dan diminta berjalan menyusuri gang-gang di lingkungan mereka. Melalui aplikasi Strava, koordinat spasial setiap titik infrastruktur otomatis terekam.

"Integritas perencanaan bermula dari kejujuran data hulu. Draintrack hadir untuk memastikan setiap usulan pembangunan di Kelurahan Pasanggrahan adalah prioritas yang bisa dipertanggungjawabkan," tegas Faiman Wiharna, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pasanggrahan.

Kolaborasi Teknis di Lapangan

Agar data yang terkumpul benar-benar akurat, sistem Draintrack dirancang dengan mekanisme verifikasi berlapis:

Hasil Nyata: Peta Informasi Terbuka

Setelah melewati proses sterilisasi data, seluruh file dikonversi menjadi format .KML/.KMZ dan divisualisasikan secara terbuka ke dalam Google My Maps. Hasilnya adalah sebuah peta informasi interaktif yang bisa diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.

Peta ini memungkinkan siapapun melihat kondisi aktual infrastruktur jalan dan drainase di Pasanggrahan secara detail dan terstruktur.

Komitmen Bersama untuk Perencanaan Berbasis Bukti

Peluncuran Draintrack turut dihadiri oleh seluruh elemen kewilayahan: Ketua RW, Ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna (Karta), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga Mitra Kelurahan lainnya.

Lurah Pasanggrahan, Ulfah Sari, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Ia menegaskan bahwa akurasi data spasial akan merombak total kualitas penentuan prioritas pembangunan di internal kelurahan.

"Memperbaiki jalan tanpa membenahi drainase di bawahnya adalah cerminan perencanaan yang tidak efektif dan berujung pada pemborosan anggaran," terang Ulfah.

Wawasan Baru: Drainase Sebagai Pemicu Utama Kerusakan Jalan

Berdasarkan analisis manajemen teknis kewilayahan, terungkap bahwa pemicu utama kerusakan berulang pada jalan lingkungan adalah luapan air dari selokan di bawahnya. Dimensioning saluran yang tidak lagi mampu menampung debit air akibat sedimentasi menjadi biang keladi.

Inovasi Draintrack memberikan kemudahan bagi pemerintah kelurahan dalam memperoleh data akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih:

Tonggak Baru Tata Kelola Pemerintahan Modern

Peluncuran Draintrack membuktikan bahwa keterbatasan waktu dalam program Diklat Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) bukan penghalang untuk melahirkan tata kelola pemerintahan yang profesional.

Program ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi sederhana—seperti aplikasi Strava—bisa diintegrasikan dengan metodologi perencanaan yang ketat untuk menghasilkan data berkualitas tinggi. Hasilnya, akurasi perencanaan anggaran pembangunan di Kelurahan Pasanggrahan bisa terjaga secara mandiri dan akuntabel di masa depan.

Draintrack kini berdiri sebagai model inovasi yang bisa direplikasi di wilayah lain, menunjukkan bahwa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan bisa bermula dari langkah kecil—secara harfiah, dari langkah kaki sehari-hari.