DPRD Bekasi Bahas LKPJ 2025 dan Penanganan Sampah Berkelanjutan
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bekasi membahas akuntabilitas LKPJ 2025 dan strategi penanganan sampah berkelanjutan, dengan penekanan pada pendekatan komprehensif lintas sektor.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bekasi diadakan dengan suasana khidmat dan penuh makna, mengangkat berbagai isu strategis daerah yang disampaikan secara terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Acara dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmadja, jajaran anggota DPRD, kepala dinas, camat, serta pejabat struktural daerah lainnya. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk meninjau pelaksanaan anggaran daerah, menguatkan akuntabilitas publik, dan mengatasi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Penguatan Akuntabilitas LKPJ 2025 sebagai Dasar Tata Kelola Daerah
Salah satu agenda utama rapat paripurna adalah pembahasan akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPJ) 2025. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, Ridwan Arifin, menyampaikan pandangan komisi yang menyoroti tidak hanya persoalan teknis pemerintahan, tetapi juga pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Menurutnya, LKPJ yang akurat dan transparan menjadi dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran daerah, memastikan bahwa dana publik digunakan secara tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tantangan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bekasi
Selain pembahasan akuntabilitas LKPJ, rapat juga menekankan urgensi penanganan persoalan lingkungan, khususnya masalah sampah yang menjadi tantangan besar di Kabupaten Bekasi. Ridwan Arifin mengungkapkan bahwa volume sampah di wilayah ini mencapai sekitar 1,9 juta ton per tahun, yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi. Ia menambahkan bahwa persoalan sampah bukan hanya isu perkotaan di wilayah Jabodetabek, tetapi juga telah merambah wilayah pedesaan di Kabupaten Bekasi, yang kurang memiliki fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
Menurut Ridwan, penanganan sampah membutuhkan pendekatan komprehensif lintas sektor, yang meliputi:
- Penguatan kebijakan pengelolaan sampah yang terintegrasi
- Inovasi teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan
- Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam pelaksanaan program
- Alokasi anggaran yang tepat sasaran untuk mendukung program pengelolaan sampah
“Kami berharap ke depan persoalan sampah ini dapat diselesaikan secara menyeluruh. Program yang dijalankan harus komprehensif, tidak parsial, serta dilandasi prinsip kerja sama yang bersih dan transparan, baik terkait hak maupun kewajiban masing-masing pihak,” tegasnya. Dengan tata kelola yang baik dan dukungan semua pihak, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Peran Kebebasan Pers dalam Demokrasi Lokal
Dalam momentum yang berdekatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, semangat menjaga demokrasi juga digaungkan oleh Jayadi, Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Karawang sekaligus Ketua PAMDI Kabupaten Karawang. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar utama demokrasi yang harus dijaga bersama, terutama di tingkat lokal yang seringkali kurang mendapatkan perhatian.
Menurut Jayadi, pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang objektif sekaligus kontrol sosial yang konstruktif. Pers tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran publik tentang isu-isu penting, serta menjaga keseimbangan antara pemerintah dan rakyat.
“Kebebasan pers adalah suara kebenaran yang harus dirawat dengan integritas. Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran publik serta menjaga keseimbangan demokrasi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kualitas jurnalistik yang akurat, berimbang, dan edukatif, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan tantangan disinformasi dan hoaks. Dengan kualitas jurnalistik yang baik, pers dapat berperan aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada rakyat.
Sinergi untuk Mewujudkan Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan
Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan insan pers dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada rakyat. Rapat Paripurna ini pun menjadi cerminan komitmen bersama bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, seperti pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas umum, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai demokrasi, lingkungan hidup, serta keterbukaan informasi publik.
Dengan semangat kolaborasi dan integritas, Kabupaten Bekasi diharapkan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik—sebagai daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai, bersih dalam tata kelola, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Selain itu, pembahasan dalam rapat paripurna ini juga menjadi dasar untuk menyusun kebijakan daerah yang lebih baik di masa depan, yang dapat mengatasi tantangan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bekasi.