DPR Apresiasi Asrama Haji Indramayu yang Rampung, Dorong Kesiapan Layanan Optimal
Anggota Komisi VIII DPR RI apresiasi pembangunan Asrama Haji Indramayu yang selesai, dan mendorong kesiapan layanan serta tata kelola akuntabel untuk melayani jemaah haji dengan optimal.

Pembangunan fisik Asrama Haji Indramayu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, resmi selesai dan mendapat apresiasi dari anggota Komisi VIII DPR RI. Anggota fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, menekankan pada Kamis (2 April 2026) bahwa penyelesaian bangunan ini bukan hanya tahap akhir, tetapi awal dari fase krusial dalam memastikan pelayanan haji yang berkualitas dan akuntabel.
Asrama Haji Indramayu yang telah selesai dibangun menjadi aset strategis untuk pelayanan ibadah haji di Jawa Barat.
Momentum Reformasi Pelayanan Haji
Dalam pernyataan resmi, Selly Andriany Gantina menyatakan bahwa penyelesaian pembangunan Asrama Haji Indramayu merupakan momentum penting untuk reformasi pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Dia menegaskan bahwa keberadaan asrama haji bukan sekadar tempat transit bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci, tetapi bagian integral dari pengalaman ibadah haji yang harus dijaga kualitasnya.
"Selain mengapresiasi rampungnya pembangunan Asrama Haji, saya berharap ini menjadi reformasi dalam peningkatan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji," ujarnya.
Selly juga menekankan bahwa kenyamanan dan perlindungan bagi jemaah, terutama kelompok lansia dan rentan, harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan asrama ini. Setiap aspek layanan harus dirancang untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah tanpa hambatan.
Fokus pada Kesiapan Operasional dan Tata Kelola
Menurut Selly, penyelesaian pembangunan fisik tidak berarti tanggung jawab negara berakhir. Sebaliknya, ini adalah awal dari fase krusial yang membutuhkan persiapan matang dalam berbagai aspek. Dia menyerukan Kementerian Haji dan Umroh untuk memastikan asrama ini siap digunakan secara optimal, tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga dari aspek sumber daya manusia, sistem layanan, dan standar operasional yang jelas.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam persiapan operasional meliputi:
- Audit menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan
- Penyediaan konsumsi yang sesuai dengan syariat dan standar kesehatan
- Persiapan transportasi yang menghubungkan asrama dengan bandara dan titik embarkasi
- Sistem manajemen jemaah yang terintegrasi dan mudah diakses
Selly menambahkan bahwa tidak boleh ada situasi di mana fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar justru belum siap melayani jemaah secara maksimal. Dia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dan pemanfaatan asrama, sehingga publik dapat memantau bagaimana setiap rupiah anggaran digunakan untuk meningkatkan pelayanan jemaah.
"Publik berhak mengetahui bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar berdampak pada peningkatan pelayanan kepada jemaah," tegasnya.
Integrasi dengan Sistem Embarkasi Nasional
Selain kesiapan operasional, Selly juga menghubungkan pentingnya integrasi Asrama Haji Indramayu dengan sistem embarkasi nasional. Dia menegaskan bahwa akses transportasi menuju bandara dan konektivitas antarwilayah harus siap untuk mendukung arus jemaah yang akan menggunakan asrama ini.
Untuk itu, dia meminta perencanaan yang matang dalam memanfaatkan asrama ini, sehingga tidak ada potensi pemborosan atau underutilisasi fasilitas. Konektivitas yang baik akan memudahkan jemaah untuk berpindah antara asrama dan titik embarkasi, serta meningkatkan efisiensi pelayanan secara keseluruhan.
Dengan adanya Asrama Haji Indramayu, diharapkan pelayanan haji di Jawa Barat dapat meningkat secara signifikan, mengurangi beban asrama haji di wilayah lain, dan memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi jemaah dari daerah sekitar.