DLH Jabar Rencanakan Optimalisasi Zona 5 TPA Sarimukti Bandung Raya
DLH Jawa Barat rencanakan optimalisasi Zona 5 TPA Sarimukti mulai 2027 untuk menampung sampah aglomerasi Bandung Raya melalui peningkatan tanggul dan penataan sisa lahan.

Latar Belakang Masalah Pembuangan Sampah Aglomerasi Bandung Raya
Sebagai aglomerasi terbesar di Jawa Barat, Bandung Raya menghasilkan volume sampah harian yang signifikan. Saat ini, sebagian besar sampah dari wilayah ini dibuang ke TPA Sarimukti, yang menjadi salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di wilayah provinsi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih mengungkapkan bahwa kapasitas TPA Sarimukti perlu ditingkatkan untuk menampung volume sampah yang terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Upaya Sementara: Penataan Sisa Lahan Zona 5
Saat ini, tim DLH Jabar sedang fokus pada optimalisasi sisa lahan di sisi utara Zona 5 TPA Sarimukti. Menurut Ai, sampah cenderung menumpuk di titik penurunan akibat keterbatasan alat berat untuk menggeser beban sampah ke area yang masih kosong.
"Kami sedang menggeser sampah di sisi utara zona 5. Tapi karena ada keterbatasan alat berat, jadi sampahnya masih di titik unloading," ucap Ai pada Rabu (13/5/2026).
Untuk mengatasi hambatan ini, DLH Jabar berencana menyewa alat berat tambahan guna mempercepat proses penataan dan pergeseran sampah. Langkah ini juga akan dikombinasikan dengan perbaikan alat Compactor yang mengalami kerusakan, sehingga proses pemadatan sampah dapat berjalan optimal kembali. Tujuan dari upaya sementara ini adalah memaksimalkan sisa lahan yang tersedia di Zona 5 tanpa mengganggu operasional harian TPA Sarimukti.
Rencana Optimalisasi Jangka Panjang
Selain upaya sementara, DLH Jabar juga memiliki rencana optimalisasi jangka panjang dengan memperkuat dinding atau tanggul Zona 5. Langkah ini akan meningkatkan kapasitas TPA dengan menambah ketinggian tanggul, sehingga dapat menampung lebih banyak sampah dalam jangka waktu lama. Namun, Ai menegaskan bahwa proses konstruksi ini tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat.
"Kami akan memperkuat dinding atau tanggul agar kapasitas Zona 5 bisa bertambah dari sisi ketinggian. Optimalisasi yang bersifat konstruksi, tetap di tahun depan, tidak bisa kami laksanakan dalam waktu dua bulan," jelas Ai.
Mengacu pada tanggal pengumuman pada Mei 2026, "tahun depan" yang dimaksud adalah tahun 2027, sehingga rencana konstruksi akan dimulai pada tahun tersebut.
Data Kuota Pembuangan Sampah Saat Ini
Sampah dari Bandung Raya dikirim ke TPA Sarimukti dengan kuota harian yang telah ditetapkan untuk masing-masing wilayah, yaitu:
- Kota Bandung: 981,31 ton per hari
- Kabupaten Bandung: 280,37 ton per hari
- Kabupaten Bandung Barat: 119,16 ton per hari
- Kota Cimahi: 119,16 ton per hari
Dengan menjumlahkan kuota ini, total volume sampah harian yang masuk ke TPA Sarimukti dari Bandung Raya mencapai sekitar 1.500 ton per hari, atau lebih dari 547.000 ton per tahun.
Status Kebijakan Kuota Baru
Saat ini, DLH Jabar belum memiliki rencana untuk menambah kuota pembuangan sampah dari Bandung Raya ke TPA Sarimukti. Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menggunakan skema kuota lama sambil melakukan perhitungan ulang mengenai efektivitas sisa lahan di TPA Sarimukti.
"Kuota belum. Kami masih menggunakan kuota yang lama sampai nanti kami kemudian melakukan perhitungan," tutur Ai.
Ai juga menegaskan bahwa ia belum dapat memastikan apakah optimalisasi Zona 5 akan berujung pada penambahan kuota pembuangan sampah atau memperpanjang umur operasional TPA Sarimukti. Ia menjelaskan bahwa kedua pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan: menambahkan kuota akan memungkinkan penanganan sampah lebih banyak dalam waktu singkat, tetapi akan membuat TPA Sarimukti cepat penuh, sedangkan memperpanjang umur operasional akan membutuhkan upaya optimalisasi kapasitas yang lebih mendalam.
Kesimpulan
Optimalisasi Zona 5 TPA Sarimukti merupakan langkah krusial untuk menjaga kelestarian fungsi TPA sebagai tempat pembuangan sampah utama Bandung Raya. Dengan menggabungkan upaya sementara penataan sisa lahan dan rencana konstruksi jangka panjang, DLH Jabar berharap dapat memaksimalkan kapasitas TPA Sarimukti tanpa mengorbankan efisiensi operasional. Kebijakan kuota pembuangan sampah yang sedang direview juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengelolaan sampah di wilayah ini di masa depan.