DLH Cianjur salurkan hibah becak motor listrik untuk enam desa
DLH Cianjur salurkan hibah becak motor listrik ke enam desa untuk angkut sampah. Inisiatif ini dorong pemilahan mandiri di tingkat rumah tangga, kurangi volume TPAS, dan tingkatkan kesadaran lingkungan.

DLH Cianjur Salurkan Becak Motor Listrik, Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri di Enam Desa
Cianjur, Jawa Barat – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan hibah becak motor listrik kepada enam desa. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pengangkutan sampah dari wilayah perkampungan dan mendorong pemilahan sampah mandiri, sebelum residu dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Mekarsari.
Kepala DLH Cianjur, Komarudin, pada Kamis (19/12) mengungkapkan bahwa enam unit becak motor bertenaga listrik ini merupakan hasil pengadaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada akhir tahun 2025.
"Enam desa tersebar di wilayah utara dan kota Cianjur dengan harapan penggunaan kendaraan bertenaga listrik dapat menciptakan pemahaman bagi masyarakat, karena lebih ramah lingkungan tanpa emisi," jelas Komarudin.
Penyerahan kendaraan listrik ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon. Dengan demikian, diharapkan usia operasional TPAS dapat diperpanjang.
Edukasi dan Pemilahan Sampah dari Hulu
Petugas di desa-desa penerima bantuan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah. Edukasi akan dimulai dari tingkat rumah tangga, sehingga sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sudah dalam kondisi terpilah. Selain itu, kampanye mengenai jadwal pembuangan sampah yang tepat juga akan digencarkan.
"Kami terus menggencarkan pemilahan sampah mulai dari rumah, sehingga sampah yang dibuang ke TPAS merupakan sampah yang tidak dapat didaur ulang," tegas Komarudin. Upaya ini konsisten dengan program pemerintah Cianjur dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.