DLH Cianjur Gencarkan Sosialisasi Pilah Sampah Rumah untuk Kurangi Tonase TPAS
DLH Cianjur menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah dari rumah untuk mengurangi tonase sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari yang mencapai 450 ton per hari.

Latar Belakang Masalah Sampah di Cianjur
Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah dengan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPAS) Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon mencapai 450 ton per hari. Meskipun sebagian besar sampah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik atau didaur ulang, masih banyak masyarakat yang membuang sampah tanpa memilah terlebih dahulu dari rumah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur, Komarudin, menyatakan bahwa upaya pengurangan tonase sampah di TPAS Mekarsari sudah berjalan selama tiga tahun terakhir, dengan volume sampah yang turun hingga 20 persen. Namun, upaya ini membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk terus berkelanjutan.
Cara DLH Cianjur Melakukan Sosialisasi
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari rumah, DLH Cianjur menggencarkan sosialisasi melalui berbagai channel, antara lain:
- Sosialisasi langsung: Dilakukan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) dan Rembug Warga yang digelar setiap pekan di berbagai titik di Cianjur.
- Media sosial dan cetak: Menggunakan akun resmi dinas dan pemerintah daerah, serta media cetak dan elektronik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam setiap kegiatan sosialisasi, petugas DLH juga memberikan edukasi tentang cara memilah sampah dengan benar, mulai dari memisahkan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Insentif untuk Mendorong Partisipasi Warga
Agar lebih banyak masyarakat terlibat dalam program pemilahan sampah dari rumah, DLH Cianjur memberikan insentif kepada warga yang membawa sampah plastik bekas, seperti botol air mineral, dalam kegiatan CFD. Setiap warga yang memenuhi syarat akan mendapatkan produk mulai dari handuk, tumbler, hingga kebutuhan sembako seperti beras, minyak goreng, dan gula.
"Setiap harinya ratusan ton sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari, sebagian besar masih dapat diolah menjadi pupuk organik atau botol plastik yang memiliki nilai ekonomis, namun masih banyak yang membuang tanpa memilah dari rumah."
— Komarudin, Kepala DLH Cianjur
Tujuan Jangka Panjang Program
Selain mengurangi tonase sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari, sosialisasi ini juga bertujuan untuk:
- Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal warga
- Mencegah pembuangan sampah sembarangan yang dapat menyebabkan bencana dan penyakit
- Menjaga keindahan Kota Cianjur
Selain program sosialisasi, DLH Cianjur juga telah menjalankan Program Dipilah Dipilih Kelola Sampah Dari Rumah (Dipilampah) dan mengoperasikan delapan dari 14 Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di wilayahnya. TPS3R ini berfokus pada pengumpulan, pemilahan, dan pendauran ulang sampah skala kawasan atau komunal, yang membantu mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPAS.
Hasil yang Sudah Dicapai
Dalam tiga tahun terakhir, upaya pengelolaan sampah dari hulu ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari berhasil turun hingga 20 persen, yang berarti umur TPAS Mekarsari dapat diperpanjang secara signifikan.
Komarudin menambahkan bahwa upaya ini tidak akan berhenti hanya pada sosialisasi, tetapi akan terus dikembangkan dengan menambah channel sosialisasi dan meningkatkan insentif untuk menarik lebih banyak partisipasi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga Cianjur untuk berperan aktif dalam memilah sampah dari rumah, agar Kabupaten Cianjur dapat menjadi wilayah yang lebih bersih dan sehat.