Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

DLH Cianjur Bersihkan 6 Ton Sampah Plastik dari Sungai Cikundul

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Dinas Lingkungan Hidup Cianjur membersihkan 6 ton sampah, 80% plastik, dari Sungai Cikundul Jawa Barat, sebagai upaya mengatasi tumpukan sampah yang menyebabkan bau tidak sedap dan risiko banjir.

DLH Cianjur Bersihkan 6 Ton Sampah Plastik dari Sungai Cikundul

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah menyelesaikan operasi pembersihan sampah selama tiga hari berturut-turut di aliran Sungai Cikundul. Tim petugas berhasil mengangkut total 6 ton sampah, di mana 80 persen di antaranya adalah sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh masyarakat di bagian hulu sungai.

Latar Belakang Masalah Tumpukan Sampah

Tumpukan sampah di Sungai Cikundul diduga berasal dari sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan oleh warga di sepanjang bantaran sungai bagian hulu. Sampah-sampah ini terbawa hanyut oleh aliran air hingga ke bagian hilir, tepatnya di kawasan Kecamatan Cikalongkulon yang tersambung langsung ke Waduk Cirata. Warga Kampung Maleber, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon mengeluhkan bahwa tumpukan sampah telah menyelimuti sungai hingga muara Waduk Cirata. Bau tidak sedap yang dihasilkan menjadi gangguan sehari-hari bagi penduduk setempat. Tumpukan sampah ini menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain:

Pernyataan Kepala DLH Cianjur

Dalam keterangannya, Kepala DLH Cianjur Komarudin mengatakan bahwa timnya segera melakukan aksi pembersihan setelah menerima laporan masyarakat mengenai tumpukan sampah. Ia menegaskan bahwa sampah plastik yang menumpuk di hilir tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga menyebabkan endapan sampah lainnya yang berpotensi meningkatkan risiko bencana banjir.

"Selama tiga hari kegiatan, petugas berhasil mengangkut 6 ton sampah, di mana 80 persen di antaranya sampah plastik yang dibuang ke sungai dan menumpuk di bagian hilir, sehingga menyebabkan sampah lainnya mengendap dan menghasilkan bau tak sedap," kata Komarudin.

Upaya Pencegahan dan Sosialisasi Masa Depan

Untuk mengatasi masalah ini secara berkelanjutan, DLH Cianjur akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai bagian hulu. Pihaknya meminta warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal. Komarudin menambahkan bahwa pembuangan sampah sembarangan ke sungai tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit dan meningkatkan risiko banjir, seperti yang terjadi di beberapa kecamatan Cianjur beberapa waktu lalu.

"Kami meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal dari tumpukan sampah terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai, guna mencegah terpapar penyakit dan bencana banjir," katanya.

Keterangan Ketua RT Setempat

Ketua RT Kampung Maleber Agus Setiawan menambahkan bahwa gundukan sampah sering muncul setelah hujan deras di kawasan hulu Sungai Cikundul. Meningkatnya debit air membuat sampah yang dibuang sembarangan terbawa hanyut dan menumpuk di kawasan hilir. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa tumpukan sampah yang telah membentuk daratan di tengah sungai dapat menyebabkan banjir ketika debit air meningkat, terutama saat hujan deras yang kerap melanda kawasan Cikalongkulon pada petang dan malam hari.

Kesimpulan

Pembersihan 6 ton sampah dari Sungai Cikundul menunjukkan betapa seriusnya masalah pembuangan sampah sembarangan di kawasan bantaran sungai Cianjur. Upaya DLH dalam membersihkan sampah hanyalah langkah sementara; solusi jangka panjang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah dampak negatif yang lebih besar.