Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

DKPP Bandung Barat Distribusikan 157 Pompa Air ke 13 Kecamatan Antisipasi Kekeringan Pertanian

KBB · Oleh ·

DKPP Bandung Barat distribusikan 157 pompa air 3 inci ke 13 kecamatan terdampak kekeringan dengan kemampuan mengairi 785-1.500 hektar per unit.

DKPP Bandung Barat Distribusikan 157 Pompa Air ke 13 Kecamatan Antisipasi Kekeringan Pertanian

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat memperkuat kesiapan menghadapi kemarau panjang. Pemerintah daerah telah merealisasikan bantuan 157 unit pompa air 3 inci bersumber dari APBN 2026 yang didistribusikan sepanjang Mei hingga Juni ke 13 kecamatan terdampak kekeringan.

Kepala DKPP Bandung Barat Lukmanul Hakim menjelaskan, bantuan pompa air itu mampu mengairi lahan seluas 785 hingga 1.500 hektar per unit dengan koefisien pelayanan 5 sampai 10 hektar tergantung kondisi lahan. Selain pompa air, pemerintah juga mengoptimalisasikan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi air tanah, serta perbaikan irigasi primer, sekunder, dan tersier.

"Penguatan infrastruktur pengairan pertanian kami lakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi air tanah, peningkatan jaringan irigasi dan bangunan konservasi air," katanya, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Masyarakat Priangan Puasa Gula Bertahun-tahun Akibat Kebijakan Tanam Paksa, Cita Rasa Gurih Pedas Masakan Sunda Terbentuk

Kekeringan sebelumnya melanda Bandung Barat dan memaksa pemerintah menyalurkan 71.000 liter air bersih untuk 5.200 jiwa terdampak kemarau. Kekeringan Bandung Barat: 71.000 Liter Air Bersih Disalurkan untuk 5.200 Jiwa Terdampak Kemarau

Sebagai langkah antisipatif, DKPP menyarankan petani menggunakan benih padi varietas tahan kekeringan seperti Inpari 42 dan Inpari 48 untuk musim kemarau 2026. Untuk jagung, disarankan benih hibrida. Petani juga diimbau menerapkan metode hemat air seperti System Rice Intensification, penggunaan mulsa, pergeseran waktu tanam, dan diversifikasi tanaman.

"Kami melakukan penyesuaian teknis budidaya hemat air dengan menggunakan komoditas dan varietas tahan kekeringan seperti inpago, palawija dan lainnya," lanjut Lukmanul.

Baca Juga: Landbouw Maatschappij Tjimangsoed Dirikan Perkebunan Cimangsud pada 13 November 1907 di Cipatat

Bagi petani yang mengalami gagal panen, kompensasi dapat diupayakan dari benih buffer stok DKPP. Jenis benih yang tersedia saat ini adalah Inpari 32 dan Ciherang. Verifikasi data gagal panen terus dilakukan bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman untuk pengajuan klaim Asuransi Usaha Tanaman Pangan.

Upaya lain meliputi sinergi kelembagaan petani, pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan, koordinasi dengan TNI dan POLRI, serta kerja sama dengan BBWS-Citarum. Cadangan pangan daerah juga disiapkan untuk penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana alam dan rawan pangan.

Bandung saat ini tengah membangun infrastruktur air permanen untuk mengantisipasi kekeringan jangka panjang. Bandung Bangun Infrastruktur Air Permanen Antisipasi Kekeringan Jangka Panjang