Kekeringan Bandung Barat: 71.000 Liter Air Bersih Disalurkan untuk 5.200 Jiwa Terdampak Kemarau
BPBD Bandung Barat salurkan 71.000 liter air bersih untuk 5.200 jiwa terdampak kemarau di 4 kecamatan dan 7 desa. Status siaga darurat ditetapkan hingga September.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menghadapi ancaman serius krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih secara masif kepada ribuan warga yang terdampak.
Distributions Air Bersih Capai 71.000 Liter
Dalam periode 10 hingga 26 Juli 2026, BPBD Kabupaten Bandung Barat mendistribusikan sebanyak 71.000 liter air bersih untuk membantu warga yang kesulitan mengakses air akibat kemarau panjang. Bantuan ini menyasar 1.395 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 5.200 jiwa yang tersebar di empat kecamatan dan tujuh desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bandung Barat Duddy Prabowo menjelaskan bahwa distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Mekanisme pendistribusian memperhatikan permohonan yang diajukan pemerintah desa maupun kecamatan setempat.
"Untuk distributions air bersih sejauh ini yang sudah disalurkan sudah 71.000 liter untuk warga terdampak kemarau dari 10 sampai 26 Juli 2026," jelas Duddy.
7 Desa di 4 Kecamatan Terdampak
Berikut rincian wilayah penerima bantuan air bersih:
- Kecamatan Ngamprah: Desa Tanimulya dan Desa Cilame
- Kecamatan Batujajar: Desa Giriasih dan Desa Selacau
- Kecamatan Cikalongwetan: Desa Cipada
- Kecamatan Cipatat: Desa Gunungmasigit dan Desa Citatah
Status Siaga Darurat Ditetapkan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. Kebijakan ini merupakan langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi puncak musim kemarau.
Duddy mengungkapkan bahwa penetapan status ini mempertimbangkan pola kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2023, kekeringan melanda delapan kecamatan, sedangkan pada 2024 turun menjadi tujuh kecamatan.
"Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian kami, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya berpotensi kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau berlangsung," terang Duddy.
Kesiapsiagaan dan Sumber Daya Siap Dimobilisasi
Dalam rangka mempercepat respons terhadap krisis air bersih, BPBD Bandung Barat menyiagakan 20 personel dan tiga mobil tangki air yang siap dimobilisasi ke wilayah terdampak. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
"Dalam konteks kesiapsiagaan tentu personel dan juga peralatan sudah kami siapkan. Ada 20 personel yang disiagakan dan tiga mobil tangki yang siap dimobilisasi," papar Duddy.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD Kabupaten Bandung Barat_IMB Mendesak masyarakat untuk bijak menggunakan air selama musim kemarau. Warga diminta mengurangi konsumsi air yang tidak penting serta menghindari pembakaran sampah maupun lahan kering guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat melaporkan kondisi setempat kepada pemerintah desa atau kecamatan untuk kemudian diteruskan ke BPBD guna mendapatkan bantuan distribusi air secara bertahap.