Disparbud Garut Dorong Wisata Pantai Selatan Lewat Festival Seni Budaya Sayang Heulang
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut memanfaatkan Festival Seni Budaya Sayang Heulang untuk promosi wisata pantai selatan, dengan harapan acara ini menjadi agenda tahunan pariwisata daerah.

Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Pantai Sayang Heulang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi lokasi puncak Festival Seni Budaya Sayang Heulang yang digelar pada Sabtu (11/4). Acara ini diselenggarakan oleh Garut Selatan Creative (GSC) sebagai bagian dari upaya terpadu untuk mempromosikan potensi wisata pantai selatan Garut yang kurang dikenal oleh sebagian wisatawan.
Berbeda dengan festival wisata pada umumnya, acara ini menggabungkan dua elemen utama: keindahan alam pantai dan warisan seni budaya lokal Garut, sehingga dapat menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung.
Peran Disparbud Garut dalam Pengembangan Wisata
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya Sayang Heulang merupakan salah satu agenda tahunan pariwisata daerah yang dirancang khusus untuk meningkatkan kunjungan wisata ke destinasi wisata lokal, terutama Pantai Sayang Heulang.
Menurutnya, penyelenggaraan festival ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di wilayah selatan Garut, selain juga sebagai wadah untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya asli daerah.
"Ini adalah 'event' luar biasa yang digagas oleh Garut Selatan Creative dan tentunya akan mendorong pengembangan seni budaya lokal," ujar Beni dalam wawancara di Garut, Minggu.
Beni menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung penyelenggaraan festival ini agar dapat menjadi agenda rutin dalam kalender pariwisata Garut. Ia berharap acara ini dapat menjadi ciri khas destinasi wisata pantai selatan Garut yang dikenal dengan kombinasi keindahan alam pesisir dan kearifan lokal yang kental.
Konten Acara dan Peran Pemuda
Festival Seni Budaya Sayang Heulang diisi dengan beragam pertunjukan seni tradisional Garut, seperti tari topeng, gamelan, dan penampilan seni budaya khas lainnya, serta pameran potensi wisata lokal yang menonjolkan keunikan Pantai Sayang Heulang sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.
Ketua Panitia Penyelenggara, Hariz Ahmad Wadan, menegaskan bahwa pihaknya berfokus pada peran pemuda dalam pengembangan sektor pariwisata Garut selatan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mempromosikan wisata lokal, baik melalui pengelolaan fasilitas wisata maupun pemasaran konten wisata secara digital.
"Garut Selatan Creative bukan siapa-siapa tanpa dukungan dari seluruh pihak. Kami berharap 'event' ini berkelanjutan, dan ada tindak lanjut terhadap pengembangan segmen wisata yang bisa digarap oleh kepemudaan di wilayah Garut selatan," kata Hariz.
Hariz juga menambahkan bahwa pihaknya berharap festival ini dapat menarik perhatian lebih banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang tertarik dengan budaya dan alam Indonesia.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan Festival Seni Budaya Sayang Heulang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar Pantai Sayang Heulang, seperti pedagang makanan, penyedia jasa wisata, dan penginapan.
Selain itu, kombinasi antara seni budaya lokal dan wisata pantai juga dapat membuat destinasi ini lebih menarik dibandingkan dengan destinasi wisata pantai lain di Jawa Barat yang lebih fokus pada daya tarik alam saja. Hal ini dapat membantu Garut bersaing dengan destinasi wisata pantai lain di wilayah Indonesia.
Beni juga menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Garut Selatan Creative dan komunitas lokal, untuk menyempurnakan penyelenggaraan festival ini di tahun-tahun mendatang. Tujuannya adalah untuk membuat Festival Seni Budaya Sayang Heulang menjadi salah satu daya tarik utama wisata Garut yang dapat menarik wisatawan dari seluruh Indonesia maupun mancanegara.