Dishub Jabar Konfirmasi Puncak Arus Mudik Gelombang Kedua H-2 Lebaran
Dishub Jabar mengkonfirmasi puncak arus mudik gelombang kedua 2026 terjadi tepat H-2 sebelum Idulfitri, dengan kepadatan di jalur strategis dan penanganan rekayasa lalu lintas.

Bandung, 20 Maret 2026 — Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) telah mengkonfirmasi bahwa puncak arus mudik gelombang kedua tahun 2026 terjadi tepat pada H-2 sebelum Idulfitri, yaitu Kamis tanggal 19 Maret 2026. Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar menyampaikan bahwa pemantauan lapangan menunjukkan peningkatan signifikan volume kendaraan di sebagian besar jalur strategis provinsi.
Pemantauan Kepadatan Jalur Utama
Dhani menjelaskan bahwa titik kepadatan tertinggi tercatat di ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya pada akses masuk Rest Area KM 57. Selain itu, jalur selatan seperti Cileunyi dan Nagreg juga mulai diserbu oleh pemudik menggunakan motor dan mobil pribadi.
"Kepadatan terpantau di ruas Tol Jakarta Cikampek, khususnya pada akses masuk Rest Area KM 57, serta jalur selatan seperti Cileunyi dan Nagreg yang mulai diserbu pemudik motor dan mobil pribadi," ujar Dhani saat dikonfirmasi pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penanganan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi, pihak kepolisian telah memberlakukan beberapa skeme rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan:
- Sistem one-way dari KM 70 Cikatama hingga Kalikangkung
- Kontraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 36-70
Dhani menambahkan bahwa meskipun terdapat beberapa titik kepadatan, kemacetan tidak signifikan berkat penanganan ini. Selain itu, terminal transportasi umum seperti Leuwipanjang dan Cicaheum juga mendapat pengawasan ketat melalui ramp check untuk memastikan keselamatan penumpang selama masa mudik.
Data Volume Kendaraan dan Penumpang
Dishub Jabar merilis data volume kendaraan di beberapa ruas tol utama Jawa Barat:
- Tol Cipularang: Masuk 58.638 kendaraan (+9,24%), Keluar -6,41% dibandingkan hari sebelumnya
- Tol Padaleunyi: Masuk 174.518 kendaraan (-2,23%), Keluar 179.621 kendaraan (-5,99%)
- Tol Bocimi: Masuk dan keluar 31.246 kendaraan (+6,49%) dibandingkan hari sebelumnya
Sementara itu, data penumpang di terminal transportasi darat:
- Terminal Tipe A: 212.715 penumpang, naik 18,76% atau +5.661 penumpang dibandingkan hari sebelumnya
- Terminal Tipe B: 42.129 penumpang, turun 68,03% atau -4.932 penumpang dibandingkan hari sebelumnya
Transportasi Udara dan Kepadatan Lokal
Pada sektor transportasi udara, terdapat peningkatan penumpang di beberapa bandara di Jawa Barat:
- Bandara Husein Sastranegara: 223 penumpang, naik 313% atau +169 penumpang dibandingkan hari sebelumnya
- Bandara Nusawiru (Kabupaten Pangandaran): 31 penumpang, naik 19,23% atau +5 penumpang dibandingkan hari sebelumnya
- Bandara Kertajati: Tidak ada penerbangan tambahan karena jadwal penerbangan rutin hanya pada hari Selasa dan Sabtu
Selain itu, terdapat kepadatan lokal di kawasan Pasar Lembang dan jalur Cicalengka–Garut. Untuk mengatasinya, telah diterapkan sistem one-way Bandung–Garut dan pengalihan arus di Simpang Panorama.
Kondisi Umum Lalu Lintas
Dhani menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas secara umum ramai lancar dan terkendali, dengan dominasi kendaraan roda dua di sebagian besar jalur strategis. Peningkatan volume kendaraan juga tercatat di beberapa titik lain, seperti Lembang arah Bandung, Tanjung Pura arah Bekasi, Losari, Losarang, Gadog arah Puncak, Cijolang, dan Limbangan arah Tasikmalaya.