Disdik Sumedang Jabar Dorong Penguatan Karakter Siswa Ramadhan 2026
Disdik Sumedang Jabar luncurkan kebijakan penyesuaian KBM Ramadhan 2026 untuk memperkuat karakter keagamaan siswa dengan jadwal dan kegiatan ibadah yang disesuaikan.

Kebijakan Disdik Sumedang untuk Penguatan Karakter Siswa Selama Ramadhan 2026
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah meluncurkan serangkaian kebijakan penyesuaian pembelajaran selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini dirancang untuk menggabungkan proses pembelajaran akademik dengan penguatan karakter keagamaan dan akhlak mulia siswa, memanfaatkan bulan suci untuk pertumbuhan spiritual dan pribadi.
Sekretaris Disdik Kabupaten Sumedang, Dani Setiawan, menjelaskan bahwa semua langkah penyesuaian ini tertuang dalam Surat Edaran resmi yang diterbitkan oleh dinas. Kebijakan ini diterapkan setelah masa pembelajaran mandiri yang dilakukan di rumah atau lingkungan keluarga, yang berlangsung pada 18 hingga 21 Februari 2026 sesuai penugasan dari masing-masing satuan pendidikan.
Waktu Belajar yang Disesuaikan untuk Menyesuaikan Ritual Ramadhan
Untuk menyesuaikan jadwal dengan aktivitas ibadah dan kondisi puasa siswa, Disdik Sumedang menyesuaikan durasi dan waktu pelajaran di sekolah:
- jam efektif pembelajaran dimulai pukul 06.30 WIB
- Durasi per jam pelajaran disingkat menjadi 30 menit untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Untuk Sekolah Dasar (SD), durasi per jam pelajaran menjadi 25 menit
- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapatkan 90 menit pembelajaran per hari
Penyesuaian durasi ini dilakukan agar siswa tidak kelelahan selama proses pembelajaran, mengingat mereka tidak mengonsumsi makanan dan minuman sepanjang hari. Selain itu, penyesuaian waktu juga memberikan ruang bagi siswa untuk melaksanakan ibadah tambahan seperti tarawih di malam hari.
Kegiatan Keagamaan dan Bimbingan Rohani yang Disesuaikan
Sebagai bagian dari upaya penguatan karakter, Disdik Sumedang menganjurkan setiap satuan pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan yang sesuai dengan agama dan kepercayaan siswa:
- Bagi siswa yang beragama Islam, kegiatan seperti tadarus Al Quran, pesantren kilat, dan kajian keislaman dianjurkan untuk diadakan secara rutin selama bulan Ramadhan
- Bagi siswa non-Muslim, sekolah diharapkan menyediakan bimbingan rohani yang sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, agar mereka juga dapat meraih manfaat dari bulan suci ini
"Setiap satuan pendidikan bebas menyesuaikan bentuk kegiatan sesuai dengan kondisi dan karakteristik lokal mereka," ujar Dani Setiawan dalam keterangan resminya. "Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pertumbuhan karakter keagamaan siswa, tanpa mengorbankan proses pembelajaran akademik."
Imbauan untuk Mengurangi Beban Tugas dan Penggunaan Gawai
Selain penyesuaian jadwal dan kegiatan keagamaan, Disdik Sumedang juga mengeluarkan imbauan penting bagi sekolah dan orang tua:
- Sekolah tidak diizinkan memberikan tugas belajar yang berlebihan selama masa pembelajaran mandiri, agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan beribadah
- Penggunaan gawai dan internet secara intensif harus dikurangi, agar siswa dapat fokus pada kegiatan ibadah dan kebersamaan keluarga selama bulan Ramadhan
Dani menekankan bahwa tujuan dari imbauan ini adalah agar bulan Ramadhan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembinaan karakter, bukan hanya untuk menyelesaikan tugas sekolah. "Kami ingin siswa dapat merasakan makna sebenarnya dari bulan Ramadhan, yaitu pengembangan diri dan kebersamaan dengan keluarga," tambahnya.
Rencana Libur Idul Fitri dan Kembali Ke KBM
Setelah periode penyesuaian KBM berakhir pada 14 Maret 2026, siswa dan guru Sumedang akan memasuki masa libur Idul Fitri. Libur awal dilaksanakan pada 16 hingga 20 Maret 2026, dilanjutkan dengan libur Hari Raya hingga 28 Maret 2026. Kegiatan belajar mengajar resmi kembali dimulai pada 30 Maret 2026.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh Disdik Sumedang ini menunjukkan perhatian serius terhadap pembentukan karakter siswa selama bulan Ramadhan, dengan menggabungkan proses pembelajaran akademik dengan aktivitas ibadah dan pengembangan akhlak mulia. Dengan penyesuaian yang tepat, diharapkan siswa Sumedang dapat meraih manfaat maksimal dari bulan Ramadhan tahun ini, baik dari segi akademik maupun spiritual.