Disdik Jabar Lakukan Pemetaan Minat Siswa SMP/MTs Jelang SPMB 2026
Dinas Pendidikan Jawa Barat melakukan pemetaan minat siswa SMP/MTs jelang SPMB 2026, dengan tahapan 29 Mei-8 Juni 2026. Tujuannya membantu siswa memilih pendidikan lanjutan sesuai minat dan kemampuan.

Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Jawa Barat resmi dibuka pada Mei 2026. Namun, sebelum gelaran seleksi utama, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar telah menyiapkan langkah pre-gelaran yang krusial: pemetaan minat bagi seluruh lulusan SMP dan MTs se-Jabar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap siswa kelas 9 dapat memilih jalur pendidikan lanjutan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Tahapan Pemetaan Minat Siswa SMP/MTs
Pemetaan minat akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Kepala Disdik Jabar, Purwanto, mengungkapkan bahwa setiap lulusan SMP dan MTs akan mendapatkan akun khusus untuk mengakses dan mengisi formulir pemetaan. Proses ini membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, mulai dari guru kelas, kepala sekolah SMP/MTs, hingga orang tua siswa.
"Kita akan bagikan akun kepada semua lulusan SMP dan MTS, yang membutuhkan kerja keras semua pihak: siswa, orang tua, guru, dan kepala sekolah di tingkat SMP untuk mensosialisasikan ini kepada anak-anak," ujar Purwanto dalam keterangan pers Senin (18/5/2026).
Alasan Pentingnya Pemetaan Minat
Menurut Purwanto, pemetaan minat merupakan langkah strategis untuk mengurangi kesulitan siswa dalam memilih sekolah dan jalur pendidikan. Tanpa pemetaan yang jelas, banyak siswa mungkin merasa bingung dalam menentukan apakah mereka akan melanjutkan ke SMA, SMK, atau madrasah aliyah, serta apakah memilih sekolah negeri atau swasta. "Pemetaan minat ini akan membantu siswa memahami pilihan mereka dengan lebih baik, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki," tambahnya.
Data Daya Tampung SMA/SMK di Jawa Barat 2026
Sebelum membuka tahapan SPMB, Disdik Jabar telah memastikan bahwa daya tampung sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat cukup untuk menampung seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini. Berdasarkan data resmi, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai 826.996 siswa, sedangkan total daya tampung SMA, SMK, dan MA (negeri dan swasta) mencapai 909.183 kursi. Purwanto menjelaskan bahwa komposisi daya tampung terbagi menjadi dua kategori:
- Sekolah Negeri: Total 363.067 kursi, terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Manusia Unggul (Maung), dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri (MAN).
- Sekolah Swasta: Total 546.116 kursi, yang lebih besar dibandingkan daya tampung sekolah negeri.
Dengan demikian, Purwanto menegaskan bahwa semua lulusan SMP sederajat di Jawa Barat insyaallah akan tertampung di sekolah pilihan mereka, baik negeri maupun swasta.
Tahapan SPMB 2026 dan Keterlibatan Stakeholder
Setelah tahapan pemetaan minat selesai, Disdik Jabar akan membuka dua tahap SPMB 2026:
- Tahap Pertama: Dibuka pada 15 Juni 2026
- Tahap Kedua: Dibuka pada 30 Juni 2026
Siswa yang tidak lolos dalam seleksi Sekolah Maung atau tidak terakomodir dalam tahap pemetaan minat dapat mengikuti kedua tahap SPMB ini, kata Purwanto. Selain itu, Disdik Jabar juga berkomitmen untuk menyelenggarakan SPMB 2026 dengan cara yang akuntabel, adil, dan penuh integritas. Semua pemangku kepentingan pendidikan diminta untuk berpartisipasi aktif dalam keberhasilan gelaran seleksi ini, untuk memastikan tidak ada diskriminasi dan semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama.
Dukungan untuk Siswa Berkemampuan Ekonomi Kurang
Untuk memastikan tidak ada siswa yang terpinggirkan karena masalah ekonomi, Pemprov Jabar akan memberikan dukungan penuh kepada siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta maupun negeri. Purwanto menjelaskan bahwa pemerintah akan menanggung biaya pendidikan siswa miskin, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban finansial. "Kita juga bekerja sama dengan sekolah swasta untuk menjamin semua anak-anak miskin di Jawa Barat akan ditanggung oleh pemerintah, baik yang bersekolah di negeri maupun swasta," ujarnya.
Dengan langkah-langkah persiapan yang matang, mulai dari pemetaan minat hingga pemastokan daya tampung yang cukup, Disdik Jabar berharap gelaran SPMB 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa lulusan SMP/MTs di provinsi ini.