Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan

KBB · Oleh · · Diperbarui 15 Agustus 2026

Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan - Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan dari Paparan Debu Kapur

Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan

Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah memperketat pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga di kawasan Cipatat. Pemantauan ini menyusul meningkatnya aktivitas pengolahan batu kapur yang memicu kekhawatiran akan dampak debu terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

"Kami menurunkan tim surveilans untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan masyarakat dan mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan akibat paparan debu," terang Lia Nurliani Sukandar, Plt Kepala Dinkes Bandung Barat.

Baca Juga: Warga Gudang Kahuripan Lembang gelar hajat lembur jelang HUT ke-81 RI dengan nasi tumpeng dan nasi uduk secara swadaya

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas puskesmas, keluhan kesehatan yang paling sering disampaikan warga meliputi:

Partikel debu kapur yang sangat halus juga dikeluhkan warga karena mudah masuk ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Sereh Tak Sekadar Bumbu Dapur, Warga Bandung Barat Bisa Manfaatkan Jadi Teh Sehat dengan Lima Khasiat Ini

Kelompok Rentan Diperlukan Kewaspadaan Ekstra

Warga yang memiliki riwayat asma maupun penyakit paru menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan debu kapur. Menurut Lia, paparan debu dapat memicu sesak napas atau memperberat keluhan ketika intensitasnya meningkat di lingkungan permukiman.

"Pada warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, terdapat keluhan sesak napas yang lebih mudah muncul atau kambuh ketika paparan debu meningkat,"ujarnya.

Belum Terdeteksi Peningkatan Kunjungan Pasien

Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Bandung Barat menyatakan belum terdapat peningkatan kunjungan pasien ke puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang secara langsung dapat dikaitkan dengan paparan debu kapur.

"Berdasarkan hasil pemantauan belum terdapat peningkatan kunjungan ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang signifikan,"tegas Lia.

Pihaknya menambahkan, paparan debu kapur dalam kadar tinggi dan berlangsung terus-menerus berpotensi menimbulkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan.

Imbauan untuk Masyarakat

Dinkes Kabupaten Bandung Barat Mengimbau kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan agar:

Dinkes Kabupaten Bandung Barat akan terus melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi potensi dampak kesehatan pada masyarakat.

"Upaya ini dilakukan agar dampak kesehatan pada masyarakat dapat terpantau sejak dini,"pungkas Lia.