Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan
Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan - Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan dari Paparan Debu Kapur

Dinkes Pantau Dampak Debu Kapur Cipatat: Keluhan Pernapasan Dominan
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah memperketat pemantauan terhadap kondisi kesehatan warga di kawasan Cipatat. Pemantauan ini menyusul meningkatnya aktivitas pengolahan batu kapur yang memicu kekhawatiran akan dampak debu terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
"Kami menurunkan tim surveilans untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan masyarakat dan mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan akibat paparan debu," terang Lia Nurliani Sukandar, Plt Kepala Dinkes Bandung Barat.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas puskesmas, keluhan kesehatan yang paling sering disampaikan warga meliputi:
- Batuk dan gangguan tenggorokan
- Tenggorokan kering dan gatal
- Bersin-bersin dan pilek
- Mata perih, merah, dan berair
Partikel debu kapur yang sangat halus juga dikeluhkan warga karena mudah masuk ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kelompok Rentan Diperlukan Kewaspadaan Ekstra
Warga yang memiliki riwayat asma maupun penyakit paru menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan debu kapur. Menurut Lia, paparan debu dapat memicu sesak napas atau memperberat keluhan ketika intensitasnya meningkat di lingkungan permukiman.
"Pada warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, terdapat keluhan sesak napas yang lebih mudah muncul atau kambuh ketika paparan debu meningkat,"ujarnya.
Belum Terdeteksi Peningkatan Kunjungan Pasien
Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Bandung Barat menyatakan belum terdapat peningkatan kunjungan pasien ke puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang secara langsung dapat dikaitkan dengan paparan debu kapur.
"Berdasarkan hasil pemantauan belum terdapat peningkatan kunjungan ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang signifikan,"tegas Lia.
Pihaknya menambahkan, paparan debu kapur dalam kadar tinggi dan berlangsung terus-menerus berpotensi menimbulkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan.
Imbauan untuk Masyarakat
Dinkes Kabupaten Bandung Barat Mengimbau kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan agar:
- Membatasi aktivitas di luar ruangan saat kadar debu tinggi
- Segera melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi kesehatan
Dinkes Kabupaten Bandung Barat akan terus melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi potensi dampak kesehatan pada masyarakat.
"Upaya ini dilakukan agar dampak kesehatan pada masyarakat dapat terpantau sejak dini,"pungkas Lia.