LRT Jabodebek Uji Coba Keberangkatan Pagi 05.30 WIB Sediakan Koneksi ke Whoosh untuk Warga yang Akan ke Bandung
LRT Jabodebek uji coba keberangkatan pagi 05.30 WIB selama tiga hari berikan opsi bagi warga suburban Jawa Barat yang akan naik Whoosh ke Bandung dari Halim.

Warga Bandung dan kawasan suburban di Jawa Barat kini punya pilihan perjalanan lebih awal untuk mengakses Kereta Cepat Whoosh dari Jakarta. PT Kereta Api Indonesia melakukan uji coba perjalanan LRT Jabodebek dengan keberangkatan pertama pukul 05.30 WIB selama tiga hari mulai 17 September.
Uji coba ini melayani relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Stasiun Halim, tiba pukul 05.54 WIB. Waktu tempuh itu memberikan jendela sekitar 31 menit bagi penumpang untuk berpindah ke Whoosh yang berangkat pukul 06.25 WIB dari Halim.
Radhitya Mardika dari tim komunikasi LRT Jabodebek mengatakan uji coba ini bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarmoda. "Uji coba ini dilakukan untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih awal bagi masyarakat, khususnya pengguna yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh pada keberangkatan pagi," katanya.
Baca Juga: Drone Houthi Dicegat di Selatan Makkah, Kemlu RI Pastikan Tidak Ada WNI yang Terdampak
Warga yang tinggal jauh dari pusat Jakarta selama ini menghadapi kesulitan mengakses transportasi rel. Mereka harus naik commuter line atau kendaraan pribadi dulu ke stasiun di Jakarta, baru bisa lanjut ke Whoosh. Sistem ini mengubah pola itu.
LRT Jabodebek menghubungkan beberapa kawasan suburban di Jabodetabek. Dengan integrasi di Stasiun Halim, warga dari titik-titik yang dilalui LRT bisa langsung naik Whoosh tanpa harus masuk dulu ke pusat Jakarta.
Seorang warga Depok yang biasa bekerja di Bandung menyampaikan kelegaannya atas uji coba ini. "Selama ini susah banget kalau mau naik Whoosh pagi-pagi. Harus nebak-nebak waktu dari rumah ke Halim," katanya.
Baca Juga: Igor Tolic Abaikan Rumor FC Seoul Turunkan Tim Lapis Dua Jelang Lawatan ke Seoul
Jarak dan waktu tempuh memang jadi masalah utama bagi pengguna transportasi publik yang memulai perjalanan dari pinggiran. Ketersediaan moda pengumpan dari rumah ke stasiun LRT masih jadi tantangan belum terselesaikan.
LRT Jabodebek telah mengangkut 1,4 juta penumpang dalam sebulan beroperasi. Angka itu menunjukkan animo masyarakat terhadap transportasi rel. Namun jangkauan stasiunnya belum merata menjangkau seluruh wilayah suburban.
"Kami ingin memastikan konektivitas antarmoda dapat semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanannya," lanjut Radhitya.
Perjalanan dari kawasan suburban menggunakan LRT kemudian lanjut Whoosh memang masih menghadapi satu masalah. Tidak semua warga punya akses mudah ke stasiun LRT. Mereka yang tinggal di kawasan yang belum dilalui LRT tetap memerlukan moda pengumpan lain.
Bagi warga Bandung yang secara rutin bepergian ke Jakarta atau sebaliknya, uji coba ini membuka kemungkinan perjalanan multimoda yang lebih terjadwal. Selama evaluasi berjalan, masyarakat bisa memanfaatkan pilihan baru ini sambil menunggu perbaikan layanan ke depan.