Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dinkes Jabar Imbau Warga Tidak Tolak Vaksin Campak di Indonesia

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau warga Indonesia tidak menolak vaksin campak di tengah peningkatan kasus campak, mengingat virus ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kelumpuhan dan kebutaan.

Dinkes Jabar Imbau Warga Tidak Tolak Vaksin Campak di Indonesia

Latar Belakang Peningkatan Kasus Campak di Indonesia

Kasus campak semakin marak di Indonesia, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengeluarkan imbauan krusial kepada seluruh warga untuk tidak menolak vaksinasi campak. Pada tahun 2026, pemerintah Indonesia mencatat sebanyak 379 kasus campak terkonfirmasi, dengan tambahan 5.329 kasus suspek yang tersebar di seluruh daerah di negara ini.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya, dan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Penyebaran campak yang luas juga diperparah oleh beberapa faktor, seperti lingkungan yang padat penduduk dan rendahnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah.

Bahaya yang Tersembunyi di Balik Penyakit Campak

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, menegaskan bahwa campak tidak hanya menyebabkan gejala umum seperti ruam, demam, batuk, dan pilek. Virus ini dapat memicu komplikasi berat yang dapat mengakibatkan kecacatan permanen, bahkan kematian.

"Jadi masyarakat diharapkan jangan menolak vaksin, supaya campaknya itu tidak terjadi. Campak itu bukan hanya gatal-gatal di seluruh tubuh, panas, batuk, pilek. Itu mah yang ringan. Aslinya itu bisa menyebabkan kelumpuhan, buta, bisa menyebabkan gangguan gigi. Jadi aslinya virus campak itu sangat ganas," ujar Vini pada Sabtu (7/3/2026).

Selain itu, campak adalah penyakit yang sangat menular, menyebar melalui droplet yang keluar saat penderita batuk atau bersin. Hal ini membuat penyebaran virus ini sangat cepat di lingkungan yang padat penduduk, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang rendah.

Peran Vaksinasi dalam Mengendalikan Penyebaran Campak

Meskipun vaksinasi tidak sepenuhnya mencegah infeksi campak, vaksin ini terbukti mampu mengurangi tingkat keparahan gejala dan komplikasi yang disebabkan oleh virus ini. Vini menjelaskan bahwa orang yang telah divaksinasi masih bisa terinfeksi campak, tetapi gejala yang dialami akan jauh lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak diimunisasi.

"Divaksinasi saja orang masih bisa kena. Tapi lebih ringan gejalanya. Penyakitnya, kalau tidak diimunisasi akan berat," ucapnya.

Imunisasi campak juga berperan penting dalam mencegah komplikasi serius, seperti kelumpuhan, kebutaan, dan gangguan kesehatan jangka panjang. Dinkes Jabar mendorong pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok sebagai strategi utama untuk memutus rantai penularan campak. Ketika cukup banyak masyarakat kebal terhadap virus, penyebaran campak dapat ditekan secara signifikan.

Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa sekitar 60-70 persen pasien campak yang terkonfirmasi belum pernah menerima imunisasi lengkap. Angka ini memperlihatkan masih adanya celah perlindungan kesehatan yang perlu segera ditutup, terutama di kalangan anak-anak yang merupakan kelompok rentan terhadap komplikasi campak.

Imbauan untuk Masyarakat

Dinkes Jabar menegaskan bahwa imunisasi campak bukan hanya program kesehatan rutin, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi generasi muda. Vini mengimbau seluruh warga untuk tidak menolak vaksinasi campak, dan memastikan bahwa anak-anak mereka menerima imunisasi lengkap.

"Kalau pernah diimunisasi waktu kecil, gejalanya paling panas, batuk, pilek, gatel. Tapi kalau belum pernah diimunisasi campak itu bisa parah dampaknya," katanya.

Dia menambahkan bahwa mengabaikan imunisasi campak dapat berakibat fatal bagi anak-anak, dan dapat menyebabkan peningkatan kasus campak di seluruh wilayah Jawa Barat. Dengan menolak vaksinasi, masyarakat tidak hanya membahayakan kesehatan diri mereka sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar mereka, terutama kelompok rentan seperti bayi yang belum menerima imunisasi lengkap.

Kesimpulan

Dalam menghadapi peningkatan kasus campak di Indonesia, imbauan Dinkes Jabar untuk tidak menolak vaksinasi campak merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan masyarakat. Dengan mengikuti imbauan ini, masyarakat dapat membantu memutus rantai penularan campak, melindungi generasi muda, dan mencegah komplikasi serius yang disebabkan oleh virus ini.