Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dinkes Cianjur menginvestigasi mendalam terkait kasus keracunan siswa

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Dinas Kesehatan Cianjur melakukan investigasi mendalam terkait kasus keracunan makanan yang menimpa 300 siswa program MBG di tiga kecamatan. Seluruh siswa sudah pulih, dan pihaknya mengambil langkah pencegahan untuk mencegah kasus serupa.

Dinkes Cianjur menginvestigasi mendalam terkait kasus keracunan siswa

Latar Belakang Kasus Keracunan Makanan MBG Cianjur

Pada beberapa waktu lalu, sekitar 300 siswa di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kecamatan yang terdampak adalah Cikalongkulon, Sukanagara, dan Kadupandak. Kabar baiknya, saat ini seluruh siswa yang terkena dampak sudah pulih sepenuhnya dan kembali melakukan aktivitas normal seperti biasa.

Investigasi Mendalam Dinkes Cianjur: Faktor-faktor yang Diperiksa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur segera melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari kasus keracunan ini. Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan yang diperkirakan akan keluar dalam waktu 7 hingga 14 hari ke depan.

Selain menunggu hasil laboratorium, investigasi juga fokus pada beberapa poin krusial, antara lain:

"Secara medis, makanan sebaiknya dikonsumsi sebelum empat jam setelah dipersiapkan. Risiko perubahan zat kimia seperti nitrat yang dipicu bakteri pengurai dapat menyebabkan keracunan," ujar Made Setiawan.

Langkah Pencegahan Setelah Kasus Keracunan

Untuk memastikan tidak ada kasus keracunan yang terjadi kembali, Dinkes Cianjur telah mengambil beberapa langkah pencegahan:

Harapan Dinkes Cianjur untuk Masa Depan

Made Setiawan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keamanan makanan untuk mencegah kasus serupa di masa depan. "Kami berharap tidak ada lagi kasus keracunan di Cianjur, dengan memastikan pelayanan seluruh dapur sesuai prosedur dan mendapat pengawasan setiap harinya," katanya.

Kasus keracunan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG untuk selalu menjaga standar keamanan dan kebersihan makanan, demi kesehatan para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa.