Diklatda HIPMI Jabar 2026: Mencetak Pengusaha Muda dengan Integritas dan Jiwa Kebangsaan
Diklatda V BPD HIPMI Jawa Barat 2026 menyediakan pembekalan bisnis, kepemimpinan, dan ketahanan nasional untuk mencetak pengusaha muda berkarakter dan berjiwa kebangsaan di Jabar

Acara Diklatda V BPD HIPMI Jawa Barat yang dilaksanakan pada 8 hingga 10 Mei 2026 di Pusat Pendidikan Infanteri menjadi ajang strategis untuk membentuk generasi baru pengusaha muda di wilayah Jabar. Tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan bisnis, kegiatan ini juga menekankan pembentukan karakter, integritas, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Lebih dari 100 kader HIPMI dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti rangkaian pembekalan dengan disiplin tinggi, yang menghadirkan sejumlah tokoh ternama dari unsur pemerintah, TNI, hingga pimpinan organisasi bisnis.
Tujuan Utama Diklatda HIPMI Jabar 2026
Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa pengusaha muda tidak dapat berkembang sendirian di tengah dinamika ekonomi dan persaingan usaha global. Menurutnya, kolaborasi dan soliditas antar pengusaha muda menjadi kunci utama untuk mencapai kemajuan bersama, sesuai dengan semangat "Maju Bersama" yang diusung HIPMI Jabar.
"Pengusaha muda tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus saling menguatkan dan menciptakan ekosistem kolaborasi yang sehat untuk kemajuan bersama," ujar Egi dalam sesi pembukaan kegiatan.
Egi juga menekankan bahwa pengusaha muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun peran ini harus dibarengi dengan kemampuan membangun jejaring, kepemimpinan yang kuat, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia usaha yang bergerak cepat.
Memasukkan Isu Ketahanan Nasional dalam Pembekalan
Salah satu komponen penting dalam Diklatda tahun ini adalah penekanan pada isu ketahanan nasional, yang dilihat sebagai bagian integral dari pembentukan karakter pengusaha muda. Pangdam III/Siliwangi, Kosasih, dalam materinya dengan tema "Transformasi Peran Pengusaha dalam Sistem Pertahanan Semesta" menjelaskan bahwa ketahanan negara saat ini tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kekuatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
"Ketahanan negara hari ini tidak hanya berbicara soal pertahanan militer, tetapi juga kekuatan ekonomi nasional dan kualitas sumber daya manusianya," tegasnya.
Selain itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menyampaikan pandangan serupa dengan menyoroti pentingnya tata kelola usaha yang sehat sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah. Dalam sesi pembekalan Good Corporate Governance, Bima menilai bahwa pengusaha muda perlu membangun budaya usaha yang profesional, transparan, dan berintegritas agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Pertumbuhan ekonomi daerah tidak akan kuat tanpa tata kelola usaha yang baik. Integritas dan profesionalisme menjadi fondasi utama," ujarnya.
Tanggung Jawab Pengusaha Muda dalam Stabilitas Bangsa
Danpusdikif Zaiful Rakhman menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab pengusaha muda dalam menjaga stabilitas bangsa. Menurutnya, pengusaha muda dapat berkontribusi melalui penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
"Tantangan global saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki semangat nasionalisme yang kuat sekaligus kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia," ujar Zaiful.
Materi Tambahan untuk Penguatan Organisasi dan Kepemimpinan
Selain pembekalan kebangsaan dan bisnis, peserta Diklatda juga mendapatkan materi penguatan organisasi dan komunikasi dari tim OKK HIPMI Jawa Barat. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya soliditas kader, komunikasi efektif, dan budaya kolaborasi dalam membangun organisasi yang progresif. Sesi yang paling mendapat perhatian peserta datang dari A. Zulfikar Priyatna dengan materi kepemimpinan strategis dan integritas. Zulfikar mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa moralitas hanya akan melahirkan kerusakan, sehingga pemimpin masa depan harus memiliki keberanian mengambil keputusan sekaligus menjaga integritas di tengah tekanan dunia usaha maupun organisasi.
"Kekuasaan tanpa moralitas akan melahirkan kehancuran. Integritas adalah fondasi utama seorang pemimpin," katanya.
Lahirnya Kader Muda Potensial dari Diklatda HIPMI Jabar
Acara Diklatda V BPD HIPMI Jabar juga menjadi ajang untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kader muda potensial di kalangan pengusaha muda Jawa Barat. Salah satu peserta yang menonjol adalah Afif Fajar Nurtyanto dari BPC HIPMI Kota Bekasi, yang berhasil masuk ke jajaran 10 peserta terbaik. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi komunitas HIPMI Bekasi dan menunjukkan munculnya kader muda yang aktif, progresif, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat. Melalui rangkaian kegiatan ini, HIPMI Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak pengusaha muda yang tidak hanya unggul dalam dunia usaha, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menghadapi masa depan Indonesia. Dengan bekal ini, diharapkan pengusaha muda Jawa Barat dapat berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi daerah dan stabilitas nasional.