Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dedi Mulyadi Ubah Dana Rp250 Juta Jadi Deposito untuk Korban, Ini Pertimbangannya

KDM · Oleh · · Diperbarui 10 Agustus 2026

Sayembara penangkapan pelaku penyekapan berakhir, Dedi Mulyadi alihkan hadiah Rp250 juta jadi deposito untuk korban agar bermanfaat jangka panjang.

Dedi Mulyadi Ubah Dana Rp250 Juta Jadi Deposito untuk Korban, Ini Pertimbangannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi mengalihkan hadiah uang tunggu kepada keluarga korban penyekapan. Keputusan ini diambil setelah pelaku utama kasus penganiayaan berhasil ditangkap polisi.

Sayembara Resmi Berakhir

Sayembara berhadiah Rp250 juta untuk penangkapan pelaku penyekapan dan penganiayaan berinisial TH telah resmi berakhir. Langkah ini menyusul keberhasilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Police Daerah Jawa Barat dalam membekuk pelaku pada malam 23 Juni 2025.

Baca Juga: Tom Rahill Tangkap 96 Piton di Florida, Raih Rp 179 Juta dari Kompetisi Berburu

Keputusan untuk menghentikan sayembara ini merupakan kelanjutan dari proses hukum yang telah berjalan. Gubernur Dedi menyatakan bahwa mekanisme penangkapan yang melibatkan institusi kepolisian mengubah jalannya penghargaan yang telah dijanjikannya.

Kolaborasi dengan Kepolisian

Announced melalui koordinasi langsung dengan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan, Gubernur Dedi menegaskan bahwa pemenang sayembara adalah institusi kepolisian. Namun, pihak kepolisian menegaskan tidak mungkin menerima hadiah berupa uang.

Baca Juga: RSUD Cicalengka Nonaktifkan Nakes yang Hina Pasien BPJS Yurizal yang Akhirnya Meninggal Usai Menunggu 8 Jam

"Pak kapolda menelepon saya dan menyampaikan bahwa institusi kepolisian tidak mungkin menerima uang sayembara tersebut. Beliauania meminta agar dana itu diserahkan kepada keluarga korban untuk bekal masa depan mereka," jelas Dedi di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat pada Jumat, 26 Juni 2025.

Langkah koordinasi ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan penegakan hukum dalam menyelesaikan kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

Strategi Deposito untuk Masa Depan Korban

Gubernur Dedi mengungkapkan pertimbangan mendalam dibalik keputusan memberikan dana dalam bentuk deposito. Alih-alih menyerahkan uang tunai seluruhnya, governor opt untuk mekanisme deposito berjangka yang dikelola oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat.

"Jika diberikan dalam bentuk uang tunai seluruhnya saat ini, dikhawatirkan akan cepat habis. Oleh karena itu, kita berikan dalam bentuk deposito agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masa depan korban," tambah Dedi.

Sertifikat deposito akan diterbitkan atas nama keluarga korban dengan nominal penuh Rp250 juta. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan manfaat finansial bagi korban dalam jangka panjang.

Penyerahan Resmi pada Hari Bhayangkara

Berdasarkan rencana, penyerahan simbolis sertifikat deposito akan dilaksanakan pada 1 Juli 2025. Tanggal ini sengaja dipilih karena bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal yang sama.

Penyerahan ini diharapkan menjadi momen simbolis yang menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi dan mendukung korban kejahatan. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada institusi kepolisian yang bekerja cepat mengungkap kasus tersebut.

Pelajaran dari Kasus Ini

Gubernur Dedi menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat atas respons cepat dan profesional dalam mengungkap kasus penyekapan yang sempat mengejutkan publik ini.

Lebih dari itu, gubernurr menekankan bahwa kasus ini harus menjadi cermin bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. "Kasus ini menjadi cermin bagi kita semua agar tidak bersikap acuh terhadap lingkungan. Kita harus membangun kembali budaya saling peduli," tegas Dedi.

Beliau berharap kekerasan serupa tidak lagi terjadi di wilayah Jawa Barat dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. Kesadaran kolektif ini dianggap penting sebagai langkah preventif terhadap potensi kejahatan di masa mendatang.

Kasus penyekapan dan penganiayaan yang melibatkan korban berinisial YTR ini telah menjadi perhatian luas publik. Kini, dengan tuntasnya proses hukum dan kebijakan pemulihan untuk korban, diharapkan proses keadilan dapat berjalan komprehensif.