Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Daisuke Sato Buka Suara: Penyebab Persib Bandung Dapat Larangan Transfer FIFA

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Daisuke Sato membuka suara soal larangan transfer FIFA yang dialami Persib Bandung, menjelaskan sengketa kontrak usai kerja sama 2023 dan konsekuensi klub tak mematuhi keputusan hukum final

Daisuke Sato Buka Suara: Penyebab Persib Bandung Dapat Larangan Transfer FIFA

Foto Daisuke Sato Foto: Momen Daisuke Sato saat berkarier di lingkungan sepak bola Indonesia

Bandung – Persib Bandung mendapat sanksi larangan transfer FIFA sejak 29 Mei 2026. Hukuman tersebut tercantum dalam daftar larangan transfer FIFA dengan status "Until Lifted", yang berarti berlaku hingga masalah mendasar dalam kasus ini terselesaikan secara penuh. Kasus ini terkait erat dengan sengketa kontrak antara Persib dengan mantan pemain Filipina, Daisuke Caumanday Sato, yang berakhir pada 2023. Baru-baru ini, Daisuke Sato akhirnya membuka suara melalui unggahan Instagram Story akun pribadinya untuk menjelaskan kronologi lengkap peristiwa ini dan memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang beredar.

Kronologi Sengketa Kontrak antara Daisuke Sato dan Persib

Daisuke menegaskan bahwa sanksi yang diterima Persib bukan muncul akibat laporan baru yang ia ajukan kepada klub. Menurutnya, persoalan ini berawal dari sengketa kontrak setelah kerja sama keduanya berakhir pada 2023. Sejak awal, ia berusaha menyelesaikan persoalan secara profesional dan melalui jalur yang semestinya, tanpa harus melibatkan proses hukum. Namun, ia merasa tidak memiliki pilihan lain selain menempuh langkah hukum untuk melindungi hak profesionalnya sebagai pemain yang telah diakui oleh badan terkait.

Kasus tersebut kemudian diproses oleh badan sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang hingga menghasilkan keputusan final yang menguatkan posisi Daisuke.

"Persib Bandung memilih untuk menggugat atau menempuh upaya hukum yang tersedia dalam perkara ini. Setelah seluruh tahapan proses selesai, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya,"

Ia juga mengungkapkan bahwa Persib sempat meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub demi menjaga reputasi kedua pihak. Namun, pihak Daisuke menolak permintaan tersebut karena menilai persoalan itu harus ditangani secara transparan, agar publik dapat memahami sisi keseluruhan dari sengketa ini, bukan hanya satu sisi yang disajikan oleh klub.

Larangan Transfer: Konsekuensi Tidak Mematuhi Keputusan FIFA

Daisuke menegaskan, larangan pendaftaran pemain yang kini diterima Persib merupakan konsekuensi dari tidak dipatuhinya keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan FIFA, bukan karena adanya laporan baru yang ia ajukan. Ia menambahkan bahwa ia tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan Persib maupun para Bobotoh (suporter Persib Bandung), dan ia tetap menghargai klub, sejarah Persib, rekan setim, serta sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

"Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun para pendukungnya. Proses ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati oleh semua pihak,"

Permintaan Daisuke Kepada Publik dan Tim Penyelamat

Daisuke meminta publik dan suporter Persib untuk memahami kronologi lengkap persoalan tersebut sebelum memberikan penilaian atau kritik kepadanya. Ia menekankan bahwa ia tidak ingin menimbulkan kerusakan pada reputasi klub yang telah memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia, dan ia hanya ingin hak-haknya dilindungi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di akhir pernyataannya, ia turut menyampaikan terima kasih kepada tim hukum yang mendampinginya selama proses berlangsung, yang telah membantu ia menavigasi kompleksitas hukum dalam kasus ini. Ia juga mengaku tetap bersyukur pernah berkarier di Indonesia, dan ia akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, serta sepak bola Indonesia selama sisa hidupnya.

"Saya akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia,"

Analisis Dampak Larangan Transfer Bagi Persib Bandung

Larangan transfer ini tentu menjadi hambatan serius bagi Persib Bandung dalam merencanakan skuad untuk musim sepak bola mendatang. Tanpa kemampuan mendaftarkan pemain baru, klub kesulitan memperkuat posisi area yang lemah, terutama jika ada pemain yang pergi atau mengalami cedera dalam musim berjalan. Namun, langkah Daisuke untuk menolak permintaan Persib agar tidak mempublikasikan kasus ini juga menambah transparansi dalam dunia sepak bola profesional Indonesia, memungkinkan publik memahami sisi lain dari sengketa kontrak yang seringkali tidak terungkap dan hanya diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat.