Cuaca Ekstrem di Ciamis: Angin Kencang dan Longsor Rusak 83 Rumah dan Fasilitas Umum
Hujan deras dan angin kencang di Ciamis, Jawa Barat, 28 Maret 2026 merusak 83 rumah, puskesmas, dan sekolah. Longsor juga terjadi, mengganggu akses jalan dan membuat warga mengungsi sementara.

Cuaca Ekstrem yang Menimpa Ciamis
Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Sabtu, 28 Maret 2026, memicu serangkaian bencana yang merusak puluhan struktur warga dan fasilitas umum. Peristiwa ini melanda tiga kecamatan utama: Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari, dengan dampak yang meliputi kerusakan rumah, tanah longsor, dan gangguan akses jalan yang menghambat penanganan awal.
Data Lengkap Kerusakan Fasilitas dan Perumahan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sebanyak 83 unit rumah terdampak akibat cuaca ekstrem ini, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat. Penyebaran kerusakan terbagi ke beberapa desa di tiga kecamatan terdampak:
- Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi: 27 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, dan 2 rumah rusak berat. Selain itu, 3 fasilitas sosial mengalami kerusakan ringan, sementara lumbung padi, mushola, kantor desa, dan satu puskesmas dilaporkan mengalami kerusakan berat.
- Desa Pasirlawang: 12 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, dan SDN 2 Pasirlawang mengalami kerusakan ringan pada bangunan sekolah.
- Desa Purwajaya: 12 rumah rusak ringan.
- Desa Sindarahayu: 25 rumah rusak ringan.
- Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga: 2 rumah rusak.
- Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari: 1 rumah rusak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa kerusakan tidak hanya terbatas pada perumahan warga. Dalam pernyataannya pada Minggu, 29 Maret 2026, ia menyatakan:
"Angin kencang yang menerjang Kabupaten Ciamis telah menyebabkan 83 unit rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat termasuk fasilitas umum, sosial, mushola, kantor desa dan puskesmas tersapu angin kencang. Namun, petugas gabungan TNI, Polri, BPBD dan Tagana dibantu warga saat ini masih memperbaiki atap genting hingga memangkas pohon tumbang," ujarnya.
Dampak Sosial dan Pengungsian Sementara
Bencana ini juga berdampak pada 42 kepala keluarga, atau sekitar 119 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak. Selain kerusakan akibat angin kencang, BPBD juga mencatat beberapa kejadian tanah longsor di wilayah Ciamis yang menimbulkan masalah tambahan:
- Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan: 2 unit rumah terancam longsor, dengan 2 kepala keluarga (5 jiwa) harus mengungsi sementara.
- Desa Kiarapayung, Kecamatan Rancah: Tanah longsor menutup sepertiga badan jalan, menghambat akses kendaraan roda dua dan empat.
- Desa Buanamekar, Kecamatan Panumbangan: 1 rumah terpengaruh longsor, membuat warganya harus evakuasi.
Ani Supiani menambahkan bahwa petugas gabungan masih melakukan pendataan lanjutan untuk mengidentifikasi kerusakan lebih lanjut, terutama di area yang terkena longsor. Proses penanganan darurat juga terus berjalan, dengan petugas dan masyarakat setempat bekerja sama untuk membersihkan puing dan memperbaiki atap genting yang rusak.
Penanganan dan Langkah Selanjutnya
Sampai saat ini, tim penanganan bencana terus beroperasi di lokasi kejadian. Mereka fokus pada beberapa tugas utama:
- Memangkas pohon tumbang yang menghalangi akses jalan.
- Memperbaiki atap genting rumah dan fasilitas umum yang rusak.
- Melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam daftar terdampak.
- Menyediakan bantuan darurat bagi warga yang mengungsi sementara.