Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Cuaca Ekstrem, BPBD Tasikmalaya: Waspada Potensi Banjir dan Longsor

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

BPBD Tasikmalaya edukasi masyarakat tentang bencana hidrometeorologi dan peringatan cuaca ekstrem hingga Februari 2026, serta kerjasama penanaman pohon di Garut.

Cuaca Ekstrem, BPBD Tasikmalaya: Waspada Potensi Banjir dan Longsor

BPBD Tasikmalaya Edukasi Bencana dan Perusahaan Tanam Pohon di Garut

Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir telah memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang, longsor, hingga pohon tumbang. Dalam menghadapi risiko ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya terus meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Selain itu, perusahaan swasta juga turut berperan dalam upaya mitigasi bencana melalui aksi pelestarian lingkungan di Kabupaten Garut.

Kondisi Cuaca Ekstrem dan Peringatan dari BPBD

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyatakan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi telah menyebabkan sejumlah kejadian bencana, namun tanpa korban jiwa. Ia menekankan bahwa masyarakat harus selalu waspada terhadap hujan dengan intensitas tinggi, mengingat prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan akan berlangsung hingga Februari 2026.

"Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi harus diwaspadai bersama dan masyarakat selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Berdasarkan prakiran cuaca dari BMKG hujan akan terjadi hingga bulan Februari 2026 dan tim gabungan TNI, Polri, TRC, PUPR, Damkar, Dinas Sosial, Dishub harus selalu siap menjalankan tugas," katanya, Senin (19/1/2026).

Upaya Koordinasi dan Pemantauan di Lapangan

Azis juga menegaskan pentingnya koordinasi antara tim gabungan untuk mempercepat penanganan bencana di lapangan, terutama longsor, pohon tumbang, dan banjir yang dapat menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menambahkan bahwa secara geografis, wilayah Kabupaten Tasikmalaya memiliki kontur tanah labil yang mudah longsor, terutama di sepanjang tebing jalan provinsi dan desa.

Selain itu, ia meminta petugas gabungan untuk secara rutin memantau sungai-sungai utama di wilayah tersebut, seperti Citanduy, Cikidang, Sukaresik, Cilangla, dan Cipatujah. Sungai-sungai ini berpotensi meluap saat hujan deras, yang dapat menyebabkan banjir yang merendam rumah warga dan lahan pertanian.

Aksi Pelestarian Lingkungan dari PT Kordon Tampomas Putra

Sementara itu, Direktur Operasional PT Kordon Tampomas Putra, Dede Atim Supriadi, menyatakan bahwa perusahaan telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Garut untuk melakukan aksi penanaman 1.000 pohon. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan, termasuk mengembalikan fungsi lahan yang telah terdegradasi agar kembali hijau dan produktif.

"Kami melakukan aksi penanaman 1.000 pohon menjadi langkah awal terutama dalam program pemulihan lingkungan dan ke depan akan merencanakan penanaman sebanyak 2.000 hingga 3.000 pohon. Akan tetapi, penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap kelestarian alam dan memberikan sarana pemberdayaan bagi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi mereka tanpa mengesampingkan aspek konservasi lingkungan," pungkasnya.

Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat dan Kerjasama Antar Pihak

Upaya edukasi BPBD dan kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam pelestarian lingkungan merupakan langkah krusial dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, mengikuti informasi terbaru dari lembaga terkait, dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri dan properti.

Baca juga: 8 Desa di Kudus dan 59 Desa di Pati Terendam, Banjir Meluas Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Keluarga Mengungsi