Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Cuaca Dingin, Dinkes Kota Bandung Minta Warga Jaga Kondisi Tubuh

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Dinkes Bandung mengingatkan warga Bandung menjaga kesehatan selama cuaca dingin, karena flu kasusnya tetap tinggi meski bukan hanya dipicu cuaca dingin. Selain itu, meski kasus DBD turun drastis di 2025, risiko masih ada dan warga harus tetap lakukan gerakan 3M serta waspadai tanda-tanda DBD.

Cuaca Dingin, Dinkes Kota Bandung Minta Warga Jaga Kondisi Tubuh

Dinkes Bandung Ingatkan Warga Jaga Kesehatan Selama Cuaca Dingin: Flu Tetap Menjadi Masalah Utama

Cuaca dingin yang melanda Kota Bandung akhir-akhir ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi sebagian warga, tetapi juga menjadi momen yang perlu diwaspadai untuk kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung melalui Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Dadan M. Kosasih, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tidak terjangkit penyakit, terutama flu.

dr. Dadan menekankan bahwa meski cuaca dingin sering diasosiasikan dengan peningkatan kasus flu, kasus flu di Kota Bandung sebenarnya selalu ada sepanjang tahun karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis. "Kita tidak bisa mengatakan ada peningkatan kasus flu yang signifikan akibat cuaca dingin, karena flu sudah menjadi penyakit yang umum terjadi di wilayah kita setiap hari," jelasnya.

Langkah Mudah Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah Flu

Untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah flu, dr. Dadan menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari:

DBD: Penurunan Kasus di 2025 Tidak Berarti Bebas Risiko

Selain flu, Dinkes juga mengingatkan warga untuk tidak melupakan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Meskipun kasus DBD di Kota Bandung mengalami penurunan drastis pada tahun 2025—dari sekitar 7.000 kasus di 2024 menjadi 3.000 kasus—dr. Dadan menegaskan bahwa tren penurunan ini tidak bisa dianggap sebagai bebas risiko.

"Berdasarkan catatan statistik beberapa tahun terakhir, penurunan kasus DBD biasanya diikuti oleh peningkatan kembali pada periode selanjutnya. Oleh karena itu, kita tidak bisa lengah," ujar dr. Dadan.

Kondisi cuaca dingin yang sering disertai hujan juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko munculnya tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti, penular virus DBD. Hujan yang tidak terkontrol dapat menciptakan genangan air di berbagai tempat, seperti wadah penampungan air, barang bekas, atau lubang pohon.

Tanda-tanda DBD yang Perlu Diwaspadai dan Langkah Penanganan Cepat

dr. Dadan mengimbau warga untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami tanda-tanda DBD. Tanda yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi di atas 38 derajat Celcius yang tidak kunjung turun meski sudah minum obat penurun panas, disertai dengan sakit kepala parah dan nyeri otot.

"Jangan menunggu terlalu lama untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sejak hari pertama munculnya demam, terutama jika disertai gejala lain," jelas dr. Dadan. DBD masih tergolong penyakit yang berpotensi mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.

3M: Langkah Pencegahan DBD yang Mudah dan Terjangkau

Langkah pencegahan DBD yang paling efektif dan terjangkau adalah melalui gerakan 3M (Pemberantasan Sarang Nyamuk):

dr. Dadan menjelaskan bahwa DBD memiliki tiga unsur utama yang berperan dalam penularan: nyamuk, virus, dan manusia. Jika salah satu unsur ini dihilangkan, penularan virus DBD dapat dihentikan.

Update Terkini Kasus DBD di Bandung Januari 2026

Sampai saat ini, di bulan Januari 2026, kasus DBD sudah mulai ditemukan di beberapa wilayah Kota Bandung, meski angka pastinya masih dalam proses pendataan. Namun, hingga kini belum ada laporan kematian akibat penyakit tersebut. Dinkes akan terus memantau perkembangan kasus dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Dengan menjaga kebiasaan sehat dan tetap waspada terhadap risiko flu dan DBD, warga Kota Bandung dapat tetap menikmati cuaca dingin tanpa khawatir terjangkit penyakit.