Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Cirebon Wajibkan Setiap Kelurahan Punya Bank Sampah Terpadu

Jabar · Oleh · · Diperbarui 25 Agustus 2026

Cirebon mewajibkan setiap kelurahan miliki lokasi percontohan pengelolaan sampah terpadu. Sampah rumah tangga diolah jadi maggot, kompos, dan pupuk organik yang bernilai ekonomi.

Cirebon Wajibkan Setiap Kelurahan Punya Bank Sampah Terpadu

Baru Cirebon: Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Ekonomi

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, resmi mewajibkan setiap kelurahan memiliki lokasi percontohan pengelolaan sampah terpadu. Kebijakan ini bukan sekadar solusi penanganan limbah, tetapi sekaligus langkah strategis mengubah paradigma masyarakat soal sampah.

tersebut berangkat dari fakta bahwa kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di berbagai kota semakin menipis. Alih-alih menunggu sampah menumpuk di TPA, Cirebon memilih menyelesaikan persoalan sejak dari hulu, yakni rumah tangga.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

Pendampingan Sistematis untuk Setiap Kelurahan

Setiap kelurahan tidak dibiarkan berjuang sendiri. Pemerintah membentuk grup komunikasi berisi wali kota, sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta fasilitator pengelolaan sampah.

Sistem pendampingan ini mencakup:

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

"Kalau ada yang ingin dikonsultasikan bisa langsung didiskusikan bersama. Ada pendampingan, edukasi, sosialisasi, sampai langkah-langkah teknis yang harus dilakukan," jelas Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman.

Ekosistem Limbah yang Saling Terhubung

Di lokasi percontohan, sampah organik rumah tangga diolah menjadi media budidaya maggot. Larva hitam ini kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ayam petelur dan ikan lele.

Sisa pengolahan sampah organik berubah menjadi kompos untuk budidaya sayuran, sementara kotoran ayam dikembalikan sebagai pupuk organik. Dengan demikian, setiap elemen dalam sistem ini saling mendukung dan membentuk.

"Yang dibangun bukan hanya mengolah sampah. Di situ ada budidaya maggot, ayam petelur, ikan lele, kemudian ada juga tanaman sayur. Semuanya saling mendukung sehingga sampah memiliki nilai ekonomi."

Manfaat Ganda untuk Masyarakat

Program ini membawa manfaat berganda. Selain mengurangi volume sampah ke TPA, hasil budidaya ayam petelur dari lokasi percontohan dialokasikan untuk mendukung penanganan stunting di Kota Cirebon.

Konsepnya sederhana: telur yang diproduksi dari ayam yang diberi pakan maggot akan dibagikan kepada keluarga yang memiliki anak penderita stunting. Dengan begitu, nilai ekonomi dari pengelolaan sampah mengalir kembali ke masyarakat.

Membangun Budaya Baru dari Akar

Pada akhirnya, kebijakan ini diharapkan membangun budaya pengelolaan sampah sejak tingkat rumah tangga. Ketika setiap keluarga memahami dan mempraktikkan pemilahan sampah, volume yang dikirim ke TPA akan terus berkurang secara signifikan.

Cirebon membuktikan bahwa sampah bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan sistem yang tepat.