Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Cirebon Panen Raya 2025: 296 Ribu Ton Beras, Potensi Surplus Jabar?

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Cirebon panen 296 ribu ton beras pada 2025! Surplus ini potensi besar bagi Jabar, meski ada tantangan iklim dan penurunan target. Akankah produksi terus stabil?

Cirebon Panen Raya 2025: 296 Ribu Ton Beras, Potensi Surplus Jabar?

Produksi Beras Cirebon Mencapai 296.416 Ton pada 2025: Surplus di Tengah Tantangan

CIREBON – Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat produksi beras sebesar 296.416 ton pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan daerah tersebut masih mengalami surplus, meskipun terdapat penurunan dibandingkan proyeksi awal yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, menjelaskan bahwa meskipun produktivitas secara teknis dinilai baik, terjadi pergeseran waktu panen yang signifikan akibat kondisi iklim yang tidak menentu. Hal ini berdampak pada realisasi produksi secara keseluruhan.

Tantangan Penurunan Produksi

Data terbaru menunjukkan penurunan produksi beras sebesar 42.613 ton dari target yang ditetapkan. Penurunan ini sejalan dengan realisasi produksi gabah kering giling (GKG) yang juga lebih rendah.

“Secara teknis produktivitas kita bagus, namun terjadi pergeseran waktu panen karena kondisi iklim yang tidak menentu,” jelas Deni dalam keterangan persnya pada Senin.

Ketersediaan Beras dan Analisis Surplus

Meskipun terjadi penurunan, Deni Nurcahya memastikan bahwa ketersediaan beras di Kabupaten Cirebon masih tergolong aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kebutuhan beras selama periode Januari-Oktober 2025 diperkirakan mencapai 229.310 ton. Dengan produksi sebesar 296.416 ton, Kabupaten Cirebon diproyeksikan masih memiliki surplus sekitar 67.106 ton.

Namun, Deni mengingatkan bahwa surplus ini perlu disikapi dengan bijak. “Surplus ini harus dibaca secara hati-hati. Aman untuk saat ini, tetapi jika tren penurunan berlanjut, tentu akan berdampak ke depannya,” tegasnya.

Penurunan produksi di tahun 2025 ini utamanya dipengaruhi oleh berkurangnya luas panen padi sepanjang tahun tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan strategi adaptasi dan mitigasi guna menjaga stabilitas produksi pangan di masa mendatang, mengingat dinamika perubahan iklim yang semakin tidak terduga. Upaya peningkatan efisiensi irigasi, pengembangan varietas padi tahan iklim, dan edukasi petani menjadi krusial untuk menghadapi tantangan ini.

Pelajari lebih lanjut tentang strategi ketahanan pangan