Cirebon Bergerak: Kabel Fiber Optik Bawah Tanah, Wajah Kota Lebih Estetis
Cirebon siapkan kajian penataan kabel fiber optik bawah tanah mulai Januari 2026. Langkah ini untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan kota, mengatasi masalah kabel udara semrawut yang menghambat keindahan dan fungsi infrastruktur publik.

Cirebon Berbenah: Transformasi Estetika Kota Melalui Jaringan Bawah Tanah
Cirebon, Jawa Barat – Pemerintah Kota Cirebon secara progresif menyiapkan sebuah terobosan signifikan untuk mewujudkan wajah kota yang lebih modern dan estetis. Mulai Januari 2026, kota ini akan memulai kajian mendalam terkait penataan jaringan kabel fiber optik dengan mengadopsi konsep utilitas bawah tanah. Inisiatif ini tidak hanya berambisi meningkatkan keindahan visual, tetapi juga menjamin kenyamanan optimal di kawasan perkotaan. Langkah strategis ini merupakan kelanjutan dari program pembenahan infrastruktur yang telah direncanakan pada tahun 2025, sekaligus menjadi solusi definitif terhadap problem kabel udara yang sebelumnya dinilai kurang tertata di berbagai ruas jalan utama.
Mengapa Jaringan Bawah Tanah Menjadi Prioritas?
Permasalahan utama yang menjadi pemicu kebijakan ini adalah semrawutnya kabel-kabel utilitas udara. Wali Kota Cirebon, melalui pernyataannya, menyoroti penumpukan kabel milik berbagai penyedia layanan internet pada satu tiang yang sama mengakibatkan pemandangan yang tidak sedap dipandang. Kondisi ini secara langsung mengurangi daya tarik estetika kota dan menghambat upaya pemerintah dalam mempercantik infrastruktur publik.
"Pada tahap awal, kami melakukan audiensi dan pemaparan rencana penempatan utilitas fiber optik yang lebih tertib,” ungkap Wali Kota, menegaskan komitmen untuk menciptakan tata kota yang rapi dan terorganisir.
Dampak Positif Terhadap Infrastruktur Kota
Pemasangan kabel fiber optik di bawah tanah memiliki dampak multifaset yang positif bagi pengembangan kota:
- Peningkatan Estetika Kota: Langit Cirebon akan bebas dari belitan kabel, menciptakan pemandangan yang bersih dan modern.
- Optimasi Tata Ruang: Trotoar dan fasilitas publik lainnya dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa terhalang kabel menjuntai.
- Dukungan PJU Dekoratif: Investasi dalam pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dekoratif akan terlihat hasilnya dan berfungsi optimal.
- Keamanan Publik: Mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel putus atau gangguan listrik lainnya.
Jalan Kartini menjadi salah satu contoh konkret area yang sangat terdampak oleh masalah kabel udara. Penataan dan upaya mempercantik kawasan ini belum sepenuhnya memberikan hasil maksimal karena terganggu oleh kabel menjuntai. Dengan implementasi utilitas bawah tanah, diharapkan Jalan Kartini dan area lain yang serupa dapat menunjukkan potensi keindahannya secara penuh.
Tahap Awal dan Harapan ke Depan
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah aktif melakukan audiensi dan pemaparan rencana kepada berbagai pihak terkait, termasuk penyedia layanan internet. Komunikasi intensif ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan teknis pelaksanaan agar transisi ke sistem utilitas bawah tanah dapat berjalan lancar dan efisien. Ke depan, proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi standar baru bagi Cirebon, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan indah.