Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Cianjur Gencarkan Beragam Strategi Kurangi Sampah ke TPAS Mekarsari

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Dinas Lingkungan Hidup Cianjur gencarkan sosialisasi pilah sampah rumah, bank sampah, dan TPS3R untuk menekan volume sampah 450 ton/hari yang masuk ke TPAS Mekarsari.

Cianjur Gencarkan Beragam Strategi Kurangi Sampah ke TPAS Mekarsari

Latar Belakang Upaya Pengurangan Sampah Cianjur

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus gencarkan berbagai inisiatif untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Mekarsari di Kecamatan Cikalaongkulon. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur, volume sampah yang tiba di TPAS ini saat ini mencapai 450 ton per hari, dengan sebagian besar sampah dibuang tanpa proses pemilahan terlebih dahulu dari rumah warga.

Strategi Sosialisasi Pilah Sampah dari Rumah

Salah satu langkah utama yang diambil oleh DLH Cianjur adalah melakukan sosialisasi dan edukasi pilah sampah dari rumah secara rutin setiap akhir pekan. Kegiatan ini biasanya diadakan di lokasi Car Free Day (CFD) di beberapa titik di kota Cianjur. Sebagai insentif, warga yang membawa sampah plastik untuk dipilah bisa menukarkannya dengan sembako dan barang rumah tangga lainnya.

Kepala DLH Cianjur Komarudin menjelaskan bahwa pihaknya juga fokus pada pengembangan bank sampah di setiap wilayah yang menghasilkan sampah rumah tangga tinggi, seperti Kota Cianjur, Karangtengah, Ciranjang, dan Cipanas. Menurutnya, keberadaan bank sampah ini bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebelum diangkut ke TPAS Mekarsari, karena sampah akan dipilah ulang sebelum dibuang ke TPS.

Peran TPS3R dalam Pengolahan Sampah Komunal

Selain sosialisasi dan bank sampah, Cianjur juga telah mengoperasikan delapan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang berfokus pada pengelolaan sampah skala komunal. Setiap unit TPS3R ini rata-rata bisa mengolah 5 hingga 7 ton sampah per hari, yang secara signifikan menurunkan volume sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari.

Komposisi sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari kini terdiri dari 60 persen sampah organik dan 40 persen sampah anorganik, berkat upaya pemilahan yang dilakukan oleh warga dan program yang digencarkan oleh pemerintah daerah.

Komarudin menambahkan bahwa sebagian besar sampah yang masuk ke TPAS masih memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik atau didaur ulang menjadi botol plastik bernilai ekonomi. Namun, masih banyak warga yang belum melakukan pemilahan sampah dari rumah, yang menjadi hambatan utama dalam upaya pengurangan volume sampah.

Upaya Menarik Minat Warga

Untuk meningkatkan partisipasi warga dalam program pemilahan sampah, DLH Cianjur memberikan berbagai hadiah kepada masyarakat yang aktif menukarkan sampah plastik di kegiatan CFD. Hadiah yang diberikan meliputi sembako, peralatan rumah tangga, dan produk lokal lainnya, yang diharapkan bisa membuat warga lebih termotivasi untuk terlibat dalam pengelolaan sampah.

Kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan terus meningkat seiring dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, upaya ini membutuhkan dukungan jangka panjang dari semua pihak, termasuk warga, bisnis lokal, dan institusi pemerintah, untuk mencapai target pengurangan volume sampah yang signifikan di Cianjur.