Cianjur Darurat Bencana: Ribuan Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem 2025
Cianjur darurat! Sepanjang 2025, ribuan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi, menewaskan dua orang dan dampakkan belasan ribu jiwa. BPBD Cianjur tingkatkan mitigasi hadapi cuaca ekstrem yang masih mengancam.

Cianjur dalam Kondisi Darurat Bencana: Ribuan Rumah Rusak Dihantam Cuaca Ekstrem Sepanjang 2025
CIANJUR, JAWA BARAT — Kabupaten Cianjur menghadapi kondisi darurat bencana setelah ribuan rumah rusak parah akibat dampak hidrometeorologi sepanjang tahun 2025. Peristiwa bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Wangwang Kuswaya, terdapat total 243 kejadian terkait kondisi alam yang tercatat dari Januari hingga Desember 2025. Rincian kejadian tersebut meliputi:
- Tanah longsor atau pergerakan tanah: 125 kali
- Cuaca ekstrem: 69 kali
- Banjir: 49 kali
"Data ini merupakan akumulasi kejadian yang tercatat sejak Januari hingga Desember 2025," jelas Wangwang pada hari Kamis (8/1).
Analisis Dampak dan Kerugian
Dari total 243 kejadian, Wangwang memaparkan bahwa sebanyak 72 kejadian diklasifikasikan sebagai bencana alam. Angka ini terbagi menjadi:
- Tanah longsor atau pergerakan tanah: 41 kali
- Cuaca ekstrem: 19 kali
- Banjir: 12 kali
"Berdasarkan hasil analisis dan kajian di lapangan, dari 243 insiden akibat kondisi alam, 72 di antaranya memang dikategorikan sebagai bencana alam," terangnya.
Dampak dari serangkaian bencana ini sangat signifikan. Ribuan rumah warga mengalami kerusakan, sementara ratusan lainnya berada dalam kondisi terancam.
"Hasil asesmen petugas kami di lapangan menunjukkan bahwa 2.240 unit rumah rusak akibat bencana, dan 108 unit rumah lainnya terancam," ungkap Wangwang.
Tragisnya, bencana di Kabupaten Cianjur juga mengakibatkan dua korban jiwa meninggal dunia. Selain itu, Sebanyak 3.875 kepala keluarga atau 12.953 jiwa dilaporkan terdampak, dengan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi.
Kesiapsiagaan dan Mitigasi
Memasuki awal tahun, BPBD Cianjur tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mengingat prediksi curah hujan masih akan tinggi. Berbagai upaya mitigasi terus digalakkan, antara lain:
- Pembersihan saluran-saluran air
- Normalisasi aliran sungai
- Penanaman vegetasi berakar kuat
- Pembangunan dinding penahan tebing
"Kami juga terus meningkatkan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana," pungkas Wangwang, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Waspadai Cuaca Ekstrem di 19 Daerah dan Rob di Perairan Utara Jawa Tengah Waspada Bencana Hidrometeorologi, Cuaca Ekstrem Berpotensi di 18 Daerah di Jawa Tengah