Cianjur Bidik Produksi Gabah 630 Ribu Ton: Realistiskah Target Ini?
Cianjur menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) 630.402 ton tahun ini, didukung estimasi lahan 112 ribu hektare. Meskipun target masih tentatif dan koordinasi provinsi diperlukan, Cianjur optimistis dengan potensi surplus, sembari mencermati tantangan iklim.

Cianjur Bidik Produksi Gabah 630 Ribu Ton: Realistiskah Target Ini?
CIANJUR, Jawa Barat – Kabupaten Cianjur menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 630.402 ton pada tahun ini. Target ambisius ini dianggap cukup realistis, mengingat estimasi lahan panen yang mencapai 112 ribu hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, menjelaskan bahwa angka target produksi ini masih bersifat tentatif. "Ini angkanya masih tentatif. Masih angka sementara karena kita juga harus berkonsultasi dengan provinsi. Tapi sebagai gambaran, jumlah produksi GKG yang kita canangkan untuk tahun 2026 ini sebanyak 630.402 ton," ujarnya pada Selasa (6/1).
Koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas terkait akan menjadi penentu akhir dari target produksi ini.
Proyeksi Luas Tanam dan Potensi Surplus
Untuk mencapai target tersebut, luas tanam padi pada tahun ini diproyeksikan mencapai 140 ribu hektare. Proyeksi ini terbagi menjadi:
- Padi sawah: sekitar 131 ribu hektare
- Padi ladang: sekitar 9 ribu hektare
"Alhamdulillah, selama ini produksi GKG kita di Cianjur setiap tahun selalu surplus," kata Dandan dengan optimistis. Kondisi surplus ini, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan kondisi cuaca yang menguntungkan di tahun-tahun sebelumnya, seperti pada tahun 2025 yang memungkinkan peningkatan produksi gabah secara signifikan.
Tantangan Iklim dan Upaya Antisipasi
Meskipun memiliki catatan surplus, menjaga capaian produksi bukan perkara mudah. Dandan mengakui bahwa kondisi cuaca menjadi faktor krusial yang sulit diprediksi, terutama untuk tahun ini. "Kita belum tahu prediksi cuaca tahun ini," ungkapnya.
"Kami masih mengkaji kondisi iklim tahun ini yang mengacu data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kementerian Pertanian," pungkas Dandan, menggarisbawahi upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kendala iklim.
Upaya proaktif ini diharapkan dapat memitigasi risiko akibat perubahan cuaca dan memastikan target produksi gabah kering giling di Cianjur dapat tercapai.