Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ceppy Bekajaya Berangkat dari Bandung Guna Raih Rekor Indonesia Pertama di Eiger Mushroom Swiss

Bandung · Oleh ·

Ceppy Bekajaya berangkat dari Bandung pada 10 Agustus 2026 menuju Eropa untuk menjalani misi tiga destinasi sebelum mencatatkan diri sebagai orang Indonesia pertama yang melompat dari Eiger Mushroom, Swiss.

Ceppy Bekajaya Berangkat dari Bandung Guna Raih Rekor Indonesia Pertama di Eiger Mushroom Swiss

Dari basecamp Skygers Indonesia di Bandung, seorang atlet akan memulai perjalanan paling berbahaya dalam hidupnya. Ceppy Bekajaya, satu dari hanya enam BASE jumper berkewarganegaraan Indonesia, dijadwalkan terbang ke Eropa pada 10 Agustus 2026 untuk mengincar satu target: mencatatkan diri sebagai orang Indonesia pertama yang melakukan lompatan di Eiger Mushroom, Swiss.

Eiger Mushroom bukan tebing biasa. Tebing ini memiliki tingkat kesulitan yang diakui secara global di kalangan BASE jumper profesional. Untuk sampai ke sana, Ceppy harus melewati dua destinasi latihan terlebih dahulu.

Dua Bulan Persiapan Sebelum Tantangan Utama

Ia akan memulai perjalanan di Millau, Prancis Selatan, selama sekitar seminggu. Dari sana, ia bergeser ke Monte Brento di Italia untuk menjalani rentang latihan 22 hingga 27 Agustus. Tebing Monte Brento memiliki ketinggian sekitar 1.000 meter, jauh melampaui lompatan tertinggi yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Baca Juga: Warga Bandung Tak Perlu Transit Jakarta Lagi Usai Wings Air Terbangi Palembang Langsung

Selama ini, lompatan tertinggi Ceppy hanya berada di kisaran 200 meter, saat ia beraksi di Malaysia. Ia sudah menyelesaikan 144 lompatan BASE jump sepanjang kariernya, dengan jangkauan mencakup lokasi di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Malaysia.

Di Monte Brento, ia akan merasakan bagaimana lompatan dari ketinggian 1.000 meter terasa sebelum menghadapi tantangan sesungguhnya di Swiss.

Latar Belakang yang Membiasakan Ketinggian

Sebelum menekuni BASE jump, Ceppy sudah menyelesaikan sekitar 200 kali lompatan skydiving. Pengalaman itulah yang menjadi dasar sebelum mengikuti pelatihan BASE jump secara profesional.

Baca Juga: BBTNGGP Tutup Seluruh Jalur Pendakian Gunung Gede dari 7-11 Agustus Akibat Kebakaran

Kini ia berprofesi sebagai spesialis keselamatan dan kesehatan kerja untuk pekerjaan di ketinggian, sekaligus instruktur pekerja ketinggian dan asesor di LSP Migas. Pengalaman bertahun-tahun di bidang keselamatan kerja itu membuatnya menerapkan standar tinggi pada setiap lompatan yang ia lakukan.

Misi Perkenalkan Indonesia ke Dunia BASE Jump

Di luar rekor pribadi, Ceppy membawa misi yang lebih luas. Ia ingin komunitas BASE jumper internasional mengetahui bahwa Indonesia bukan hanya punya Bali sebagai destinasi lompatan.

"Banyak atlet luar negeri datang ke Bali membawa parasut mereka, tetapi belum tahu bahwa Bandung, Sumatra, bahkan Sulawesi juga memiliki tebing yang berpotensi untuk BASE jump," katanya.

Ia berharap perjalanan ini membuka peluang eksplorasi lokasi-lokasi BASE jump baru di berbagai daerah di Indonesia.

Tantangan Pertama Bepergian Sendirian

Perjalanan ke Eropa ini menjadi pengalaman pertamanya bepergian seorang diri untuk menjalankan misi internasional. Seluruh proses administrasi sudah ia selesaikan, termasuk perencanaan perjalanan dan logistik.

Selama di Eropa, ia tidak membawa kru khusus. Dokumentasi seluruh lompatan akan dilakukan secara mandiri menggunakan dua kamera yang terpasang pada helm serta satu kamera genggam.

Ia menyatakan optimistis dapat menyelesaikan misi ini, dengan harapan berada di Swiss pada 27 Agustus untuk menunggu jendela cuaca terbaik sebelum melompat dari Eiger Mushroom.

Jika tertarik dengan sejarah olahraga ekstrem Indonesia, baca artikel tentang [medali pertama Indonesia dari Turki melalui Ryo Afandi di cabang para anggar sebagai contoh pencapaian atlet Indonesia di pentas internasional.]