Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Cellica Dorong Pengawasan dan Kolaborasi Program MBG di Jabar

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Cellica Nurrachadiana, Wakil Ketua BAM Provinsi Jawa Barat, mendorong kolaborasi dan pengawasan Program MBG di Bekasi serta optimalisasi potensi lokal untuk kemandirian ekonomi daerah

Cellica Dorong Pengawasan dan Kolaborasi Program MBG di Jabar

Anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi Punggawa sekaligus Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Provinsi Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana, menyampaikan pandangan strategis dalam acara Festival Aspirasi bertajuk “Dari Dapur ke Masa Depan” yang digelar di Gedung Swatantra Wibawamukti Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Senin (20/4/2026). Dalam forum tersebut, ia menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bekasi yang berjalan baik, namun juga menawarkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat program dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Apresiasi Implementasi Program MBG di Kabupaten Bekasi

Cellica mengapresiasi bahwa implementasi MBG di Bekasi berjalan dengan baik, terutama karena tidak terdapat kasus keracunan makanan. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa standar keamanan pangan telah dijaga dengan optimal, yang menjadi indikator penting keberhasilan awal program.

Tantangan Koordinasi dan Tata Kelola

Meskipun memberikan apresiasi, Cellica menyoroti sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi, terutama terkait aspek koordinasi, komunikasi, serta tata kelola antar pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa dinamika mutasi dan rotasi aparatur sipil negara (ASN) kerap berdampak pada tersendatnya komunikasi lintas sektor.

"Di sinilah pentingnya membangun sistem komunikasi yang lebih terbuka dan terstruktur. Jangan sampai ada kebuntuan hanya karena pergantian personel," ujarnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif bagi ASN yang terlibat dalam program di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi), agar kinerja mereka tetap optimal dan berkelanjutan. Cellica juga menekankan peran strategis para pelaksana di lapangan, termasuk generasi muda yang tergabung dalam satuan pelaksana program. Ia menegaskan perlunya membangun keberanian serta ruang komunikasi yang lebih luas antara pelaksana teknis dengan pimpinan daerah:

"Jangan ada rasa sungkan untuk berkomunikasi. Justru keterbukaan itu menjadi kunci keberhasilan program," tegasnya.

Optimalisasi Potensi Lokal untuk Kemandirian Ekonomi Daerah

Dalam konteks penguatan ekonomi daerah, Cellica menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal di wilayah Jabar, terutama di Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta yang memiliki sumber daya sangat memadai di sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan. Ia menilai bahwa tidak boleh ada ketimpangan dalam penyediaan bahan pangan, dan potensi lokal seperti beras dari Karawang, ikan bandeng dari Bekasi, dan sumber daya lainnya harus dimaksimalkan.

Menurutnya, hal ini bukan hanya soal distribusi, tetapi juga tentang menggerakkan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Cellica juga mendorong sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program strategis, seperti pengembangan peternakan ayam petelur maupun sektor perikanan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang solid akan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan:

"Tujuan besar dari kebijakan ini adalah menciptakan ekonomi yang berputar di dalam negeri, di mana nelayan makmur dan petani sejahtera," tambahnya.

Regulasi dan Pengawasan yang Kuat

Selain itu, Cellica menegaskan pentingnya regulasi sebagai payung hukum sekaligus pagar pengaman agar program MBG berjalan sesuai tujuan. Ia mengingatkan bahwa niat baik pemerintah harus diiringi dengan pengawasan yang kuat agar tidak menimbulkan dampak negatif di lapangan.

Dalam hal penerima manfaat, ia juga menyoroti perlunya perluasan cakupan, termasuk memastikan kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan benar-benar terakomodasi. Menurutnya, hal ini dapat diselesaikan dengan koordinasi yang baik, mulai dari penambahan porsi hingga pendataan penerima manfaat yang lebih akurat:

"Secara teknis, ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik—mulai dari penambahan porsi hingga pendataan penerima manfaat yang lebih akurat," ujarnya.

Tiga Pilar Keberhasilan Program MBG

Menutup pernyataannya, Cellica menegaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada tiga pilar utama, yakni monitoring, evaluasi, serta kolaborasi dan koordinasi yang solid antar seluruh pihak. Ia menambahkan bahwa jika ketiga pilar ini berjalan dengan baik, maka anak-anak Indonesia akan tercukupi gizinya, UMKM akan naik kelas, dan cita-cita mulia pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara nyata:

"Jika itu semua berjalan dengan baik, maka anak-anak kita akan tercukupi gizinya, UMKM akan naik kelas, dan cita-cita mulia pemerintah dapat terwujud secara nyata," pungkasnya.