Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Butuh Rp150 Miliar Per Tahun: Strategi Cianjur Atasi 1.300 Ruang Kelas Rusak

Jabar · Oleh · · Diperbarui 20 Agustus 2026

Cianjur butuh Rp150 miliar per tahun untuk perbaiki 1.300 ruang kelas SD-SMP rusak. Disdikpora gali dana dari provinsi, pusat, dan swasta.

Butuh Rp150 Miliar Per Tahun: Strategi Cianjur Atasi 1.300 Ruang Kelas Rusak

Skala Kerusakan dan Tantangan Infrastruktur Pendidikan di Cianjur

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadapi tantangan besar dalam sektor pendidikan. Sedikitnya 1.300 ruang kelas tingkat SD dan SMP mengalami kerusakan yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: kondisi geografi daerah ini yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, serta usia bangunan yang sudah uzur.

Baca Juga: Bakesbangpol Cirebon turunkan alumni Paskibra jadi Duta Pancasila sosialisasikan nilai kebangsaan ke remaja

"Target kami setiap jenjang pendidikan memiliki ruang kelas yang layak dan nyaman untuk proses belajar mengajar," kata Ruhli Solehudin.

Pemetaan Komprehensif dalam RPJMD 2025–2029

Disdikpora Cianjur telah melakukan pemetaan menyeluruh yang diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025 hingga 2029. Pemetaan ini berbasis data pokok pendidikan dan hasil pemantauan langsung tim dinas.

Baca Juga: Damkar Kota Sukabumi Tangani 130 Kasus Ular Sepanjang Paruh Pertama 2026

Langkah strategis yang diambil meliputi:

Alokasi Anggaran dan Capaian 2025

Pada tahun sebelumnya, Disdikpora Cianjur berhasil menyelesaikan 440 ruang kelas PAUD, SD, dan SMP melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Capaian ini menjadi modal penting untuk melanjutkan program pembangunan.

Untuk tahun 2026, telah dianggarkan pembangunan dan rehabilitasi 80 ruang kelas yang mencakup SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan. Program kerja aktif meliputi:

Strategi Penggalangan Dana Multi-Sumber

Guna mempercepat proses perbaikan, Disdikpora menggali berbagai sumber pendanaan. Berdasarkan kalkulasi tim teknis, dibutuhkan sekitar Rp150 miliar per tahun untuk menuntaskan seluruh kerusakan infrastruktur pendidikan hingga 2029.

"Berbagai sumber terus digali guna menuntaskan pembangunan ruang kelas rusak," jelas Ruhli.

Strategi pendanaan yang ditempuh meliputi:

Dengan pendekatan multi-sumber ini, ditargetkan 400 hingga 500 ruang kelas dapat dibangun dan diperbaiki setiap tahunnya.

Koordinasi dengan Kemendikdasmen

Disdikpora Cianjur terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar memperoleh alokasi dana manfaat reguler dan tambahan melalui program revitalisasi nasional.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses rekonstruksi dan memastikan setiap ruang kelas memenuhi standar kelayakan untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal.

Tantangan Tambahan di Sektor Pendidikan

Selain masalah fisik bangunan, Cianjur juga menghadapi tantangan lain dalam dunia pendidikan:

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur pendidikan membutuhkan pendekatan holistik, tidak hanya fokus pada fisik bangunan tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tenaga pengajar.

Target dan Harapan ke Depan

Dengan berbagai strategi yang telah disusun, Disdikpora Cianjur optimistis dapat menuntaskan persoalan infrastruktur pendidikan dalam beberapa tahun ke depan. Fokus utama tetap pada penyediaan ruang kelas layak yang mendukung kenyamanan belajar mengajar bagi seluruh siswa di Kabupaten Cianjur.