Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Buka Peluang Semua Pemasok, SPPG 2 Tanjungbaru Klarifikasi Polemik MBG

Jabar · Oleh · · Diperbarui 8 Agustus 2026

SPPG 2 Tanjungbaru klarifikasi polemik MBG, bantah monopoli pemasok dan pastikan buah berkualitas. Keadan terbuka untuk semua mitra.

Buka Peluang Semua Pemasok, SPPG 2 Tanjungbaru Klarifikasi Polemik MBG

Polemik Pelibatan Pemasok Lokal dalam Program MBG

Di tengah sorotan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 Tanjungbaru akhirnya angkat bicara.

Persoalan bermula dari muncul kekhawatiran masyarakat yang mempertanyakan dugaan tidak dilibatkannya BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, dan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok program MBG.

Baca Juga: Polres Kuningan Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk 2 Hari ke Warga Terdampak Kemarau di Garawangi

SPPG Bantah Praktik Monopoli Pemilihan Pemasok

Yogi selaku Kepala SPPG 2 Desa Tanjungbaru dengan tegas membantah adanya praktik tertutup dalam pemilihan pemasok.

"Kami terbuka kepada siapa saja yang ingin menjadi supplier. Bahkan kami sudah menyampaikan kepada Koperasi Desa Merah Putih Desa Tanjungbaru melalui saudara Bucoy agar mengajukan surat permohonan atau proposal apabila berkenan menyuplai komoditas tertentu, termasuk susu," jelas Yogi.

Pihak SPPG menyatakan membuka peluang kepada berbagai pihak yang memiliki kapasitas dan memenuhi standar yang ditetapkan untuk menjadi mitra penyedia kebutuhan program.

Baca Juga: Legislator Dorong SMA/SMK di Garut Masukkan Seni Budaya ke Pembelajaran Sehari-hari

Standar Seleksi Kualitas Bahan Pangan MBG

Menanggapi keluhan sebagian orang tua siswa terkait kualitas buah yang dinilai masih terlalu mentah dan kurang layak konsumsi, Yogi menegaskan bahwa seluruh buah yang didistribusikan telah melalui proses seleksi dan pengawasan ketat.

"Kami memastikan buah yang diberikan kepada anak-anak dalam paket MBG berkualitas baik. Apabila ada laporan atau temuan tertentu, tentu akan kami evaluasi dan tindak lanjuti sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan," katanya.

Seleksi bahan pangan dilakukan sesuai standar yang berlaku untuk menjamin kualitas dan keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat.

Filosofi Makanan Bergizi Versus Cita Rasa Komersial

Soal anggapan bahwa makanan yang disajikan terkadang kurang enak, Yogi menjelaskan bahwa konsep utama Program MBG adalah pemenuhan kebutuhan gizi yang sehat dan seimbang.

"Yang perlu dipahami, makanan bergizi itu memang berbeda dengan makanan yang biasa dijual secara komersial. Kami tidak menggunakan penyedap rasa secara berlebihan karena fokus utama program ini adalah kesehatan dan kecocokan gizi anak-anak," terang Yogi.

Pendekatan ini menekankan bahwa prioritas utama program adalah asupan nutrisi yang optimal, bukan mengejar cita rasa yang identik dengan penggunaan bahan tambahan tertentu.

Pentingnya Evaluasi dan Pengawasan Bersama

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa munculnya kritik maupun klarifikasi dalam pelaksanaan Program MBG merupakan bagian dari proses pengawasan sosial yang sehat.

Sebagai program nasional yang menggunakan anggaran negara dan menyasar generasi muda, pelaksanaan MBG memang membutuhkan:

Di sisi lain, masukan dari orang tua siswa mengenai kualitas buah maupun variasi menu dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Penerimaan dan konsumsi makanan oleh para siswa sebagai penerima manfaat menjadi indikator penting keberhasilan program.

Harapan ke Depan

Dengan adanya klarifikasi dari pihak SPPG 2 Tanjungbaru, polemik yang berkembang dapat disikapi secara objektif dan proporsional.

Masyarakat tetap memiliki hak untuk melakukan pengawasan, sementara pengelola program juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan atas berbagai informasi yang beredar.

Pada akhirnya, tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup, sehat, aman, dan berkualitas, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan berkeadilan.