Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPS Catat Pariwisata Kuningan Jawa Barat Awal 2026 Belum Memuaskan

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Data BPS mencatat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada awal 2026 mengalami penurunan bulanan, baik wisman maupun wisnus, dengan tren fluktuatif yang membutuhkan strategi pengembangan pariwisata daerah.

BPS Catat Pariwisata Kuningan Jawa Barat Awal 2026 Belum Memuaskan

Pada awal tahun 2026, sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon mengungkapkan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan Februari 2026. Kepala BPS Kabupaten Cirebon, Urip Sugeng Santoso, menyampaikan temuan ini dalam konferensi pers pada Rabu (15/4/2026).

Detail Data Kunjungan Wisatawan

Menurut Urip, jumlah wisman yang menginap di hotel berbintang di Kuningan pada Februari 2026 hanya mencapai 5 kunjungan. Angka ini turun tajam sebesar 73,68 persen dibandingkan bulan Januari 2026 yang tercatat 19 kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisnus ke Kuningan pada periode yang sama tercatat 222.499 perjalanan, turun 25,03 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 296.765 perjalanan. Meskipun turun secara bulanan, secara tahunan terdapat kenaikan sebesar 5,62 persen.

"Secara umum, awal 2026 belum memberikan dorongan kuat bagi peningkatan kunjungan wisata ke Kuningan," ujar Urip dalam pernyataan resminya.

Sebagian besar wisnus yang berkunjung ke Kuningan berasal dari wilayah sekitar, seperti:

Selain itu, perjalanan wisnus yang dilakukan oleh masyarakat asli Kuningan juga mengalami penurunan. Jumlahnya turun menjadi 156.312 perjalanan, turun 20,40 persen dibandingkan Januari 2026. Tujuan utama perjalanan ini meliputi Kabupaten Ciamis, Cirebon, Majalengka, dan Kota Cirebon.

Tren Fluktuatif Pariwisata Kuningan Sejak 2025

Urip juga menambahkan bahwa pergerakan wisata di Kuningan fluktuatif sejak Februari 2025 hingga Februari 2026. Puncak kunjungan wisnus tercatat pada April 2025 dengan 489.902 perjalanan, setelah itu tren cenderung menurun. Dari sisi wilayah tujuan wisata di Jawa Barat, hampir seluruh kabupaten/kota mengalami penurunan kunjungan wisnus pada Februari 2026. Penurunan tertinggi terjadi di Kabupaten Pangandaran sebesar 63,29 persen, sedangkan satu-satunya kabupaten yang mengalami kenaikan kecil adalah Kabupaten Indramayu dengan peningkatan 2,85 persen.

Perlunya Strategi Penguatan Pengembangan Pariwisata

Menurut Urip, kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Kuningan masih sangat sensitif terhadap momentum musiman dan belum memiliki penopang permintaan yang berkelanjutan.

"Fluktuasi ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata masih sangat sensitif terhadap momentum dan belum memiliki penopang permintaan yang kuat dan berkelanjutan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa penguatan pada aspek promosi, konektivitas, dan diversifikasi destinasi wisata, pertumbuhan pariwisata Kuningan berpotensi tetap stagnan pada awal tahun 2026 dan periode selanjutnya.