BPN Cianjur serahkan hasil proses pengadaan tanah ke PLN UIB JBT
BPN Cianjur menyerahkan tanah seluas 16.475 m² di 3 kecamatan dan 14 desa untuk proyek SUTT 150kV Tanggeung-Jampang Kulon. Target rampung 2027, proyek ini akan meningkatkan keandalan listrik dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Jawa Barat.

Kolaborasi BPN dan PLN: Tanah Proyek SUTT 150kV Tanggeung-Jampang Kulon Diserahkan di Cianjur
Proyek strategis nasional untuk meningkatkan keandalan listrik di wilayah selatan Jawa Barat telah mencapai tonggak penting dengan penyerahan tanah oleh BPN Kabupaten Cianjur kepada PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT). Acara penyerahan ini menjadi bukti kolaborasi yang sukses antara instansi pemerintah dan badan usaha milik negara dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
Latar Belakang Proyek yang Krusial untuk Wilayah Selatan Jabar
Wilayah selatan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cianjur, seringkali menghadapi kendala dalam pasokan listrik yang stabil. Gangguan sistem kelistrikan kerap terjadi, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, PLN mengembangkan proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Tanggeung-Jampang Kulon yang bertujuan memperkuat jaringan transmisi listrik di wilayah tersebut.
Proses Pengadaan Tanah: Kolaborasi yang Efektif
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Cianjur, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa tanah yang diserahkan telah melalui proses yang teliti dan sesuai peraturan. Tanah ini berlokasi di 3 kecamatan dan 14 desa dengan total luas mencapai 16.475 meter persegi.
"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi serta dukungan yang terjalin baik antara BPN dan PLN selama proses pengadaan tanah proyek ini," ujar Iwan Setiawan. Ia menambahkan bahwa tanah yang telah dibebaskan akan segera diproses sertifikasi untuk mengamankan aset negara yang dikelola PLN Persero.
Manager Pertanahan dan Aset PLN UIP JBT, Aviditori, juga menekankan pentingnya proses pengadaan tanah yang lancar. "Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya pada Kantor BPN Cianjur beserta seluruh jajarannya atas kerja keras dalam proses ini," katanya. Proyek ini dianggap penting dan perlu segera dilaksanakan karena akan memperbaiki sistem kelistrikan di selatan Jabar.
Dampak yang Diharapkan: Dari Keandalan Listrik hingga Pertumbuhan Ekonomi
General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro, menekankan bahwa proyek ini bukan hanya tentang peningkatan keandalan listrik, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Cianjur.
"Kami berharap proyek ini dapat memberikan dampak positif terhadap keandalan sistem kelistrikan serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Cianjur," ujar Widya.
Dampak yang diharapkan dari proyek ini antara lain:
- Peningkatan keandalan pasokan listrik: Mengurangi frekuensi gangguan sistem kelistrikan yang sering terjadi di wilayah selatan Jabar
- Mendorong investasi: Lingkungan dengan pasokan listrik stabil akan menarik investor untuk beroperasi di Cianjur
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat: Aktivitas ekonomi yang lancar akan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup warga
- Memperkuat infrastruktur nasional: Proyek ini termasuk dalam proyek strategis nasional yang mendukung pembangunan Indonesia secara keseluruhan
Target Rampung Tahun 2027: Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Proyek SUTT 150kV Tanggeung-Jampang Kulon ditargetkan rampung pada tahun 2027. Meskipun akan dihadapi berbagai kendala selama pelaksanaan, PLN berkomitmen untuk menjalankan proyek ini dengan maksimal.
Aviditori menjelaskan bahwa jalur transmisi tegangan tinggi ini akan membantu menurunkan gangguan sistem kelistrikan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. "Pembangunan proyek ini akan memperbaiki sistem kelistrikan di selatan Jabar termasuk Cianjur, sehingga menurunkan jumlah gangguan dalam sistem kelistrikan," katanya.
Kolaborasi antara BPN dan PLN dalam proyek ini menjadi contoh yang baik tentang bagaimana kerja sama antara instansi pemerintah dan BUMN dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan penyerahan tanah ini, proyek ini dapat segera memasuki tahap pembangunan yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Cianjur dan wilayah selatan Jawa Barat secara keseluruhan.