BPBD Siagakan Pompa Penyedot Atasi Banjir Jalan Protokol Indramayu
BPBD Indramayu siagakan pompa penyedot air untuk atasi banjir jalan protokol akibat hujan deras. Warga diimbau waspada karena potensi hujan masih tinggi.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu selama lebih dari lima jam berdampak signifikan terhadap kelancaran transportasi di pusat kota. Sejumlah ruas jalan protokol terendam banjir dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter, memaksa pengendara mencari rute alternatif untuk menghindari risiko kerusakan kendaraan.
Kondisi Lapangan dan Dampak Lalu Lintas
Berdasarkan pemantauan di lapangan, hujan deras mulai mengguyur sejak pukul 05.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB pada Rabu (18/2). Meskipun intensitas hujan mulai mereda, genangan air masih bertahan di beberapa titik krusial jalan protokol Indramayu.
Ruas jalan yang terdampak banjir meliputi:
- Jalan DI Panjaitan
- Jalan Tridaya Barat
- Jalan Kapten Arya
Ketinggian air yang mencapai 30 sentimeter cukup untuk mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara, terutama pengguna sepeda motor. Tidak sedikit pengendara yang memutuskan untuk memutar balik kendaraan mereka dan mencari jalur alternatif yang lebih aman.
"Cari aman saja, mending cari jalan lain," tutur Supendi, seorang pengendara motor yang memilih menghindari jalan tergenang.
Supendi mengaku motor barunya saja selesai diservis akibat mogok saat melintasi genangan air sebelumnya. Pengalaman ini membuatnya lebih berhati-hati dalam memilih rute perjalanan saat kondisi cuaca buruk.
Respons BPBD Indramayu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu telah merespons situasi ini dengan mengaktifkan sejumlah mesin penyedot air untuk mempercepat proses pengeringan genangan. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu, Agus Yani, membenarkan bahwa banjir di jalan protokol disebabkan oleh kombinasi intensitas hujan tinggi dan durasi hujan yang cukup lama.
"Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan kurun waktu yang cukup lama," jelas Agus Yani.
Untuk mengatasi situasi ini, BPBD telah mengerahkan pompa penyedot air di titik-titik genangan untuk mempercepat pembuangan air ke saluran drainase. Namun, proses pengeringan menghadapi tantangan karena hujan masih terus turun secara berkala.
"Yang di jalan protokol karena hujan deras, tapi kita ada pompa penyedot untuk mempercepat pembuangan air," tambah Agus.
Status Pemukiman Warga
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai banjir yang merendam pemukiman warga di wilayah Indramayu. Genangan air masih terkonsentrasi di area jalan protokol dan belum merembes ke kawasan perumahan.
Meski demikian, personel BPBD Indramayu tetap ditempatkan dalam posisi siaga penuh untuk memantau perkembangan situasi dan siap merespons jika terjadi peningkatan genangan yang mengancam pemukiman warga.
"Untuk anggota standby, siap siaga, tapi untuk saat ini belum ada laporan banjir pemukiman yang masuk," ungkap Agus.
Peringatan Dini dan Imbauan Warga
BPBD Indramayu menghimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan melanda wilayah Indramayu pada periode 18-19 Februari 2026.
Masyarakat dihimbau untuk:
- Memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi
- Menghindari melintasi genangan air yang ketinggiannya tidak pasti
- Menyiapkan kendaraan dengan baik, terutama sistem rem dan knalpot
- Menyimpan nomor kontak darurat BPBD setempat
Analisis dan Rekomendasi
Kejadian banjir sporadis di jalan protokol Indramayu menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase perkotaan. Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian antara lain kapasitas saluran air, ketersediaan titik-titik resapan air, serta kinerja pompa penyedot saat kondisi darurat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci dalam pengelolaan risiko banjir secara lebih efektif. Edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir juga perlu terus ditingkatkan.