Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPBD Cianjur Bersihkan Longsor yang Putus Akses Situs Gunung Padang

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Longsor akibat cuaca ekstrem di Cianjur memutus akses Situs Gunung Padang, BPBD Cianjur bersama Dinas PU membersihkan jalur untuk mengembalikan lalu lintas dan aktivitas warga.

BPBD Cianjur Bersihkan Longsor yang Putus Akses Situs Gunung Padang

Latar Belakang dan Kondisi Longsor

Pada hari Kamis, tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur segera melakukan pembersihan material longsor yang menutup akses utama menuju Situs Megalitikum Gunung Padang. Gangguan akses ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur pada Rabu hingga Kamis dini hari.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras intensitas tinggi telah memicu banjir dan longsor di empat desa di Kecamatan Cibeber, yaitu Desa Cikondang, Cihaur, Cibaregbeg, dan Kanoman. Khususnya di Desa Kanoman dan Cibokor, longsor terjadi dan menutup sekitar 50 meter landasan jalan utama penghubung antar kecamatan, sehingga memutus akses sementara ke Situs Gunung Padang. Material tanah dan batu yang terbawa longsor memiliki ketinggian yang bervariasi, sehingga membutuhkan penggunaan alat berat untuk membersihkannya secara efektif. Dua rumah warga di lokasi longsor juga mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pemilik rumah yang terkena dampak telah mengungsi ke rumah saudaranya untuk mencari tempat tinggal yang aman.

Upaya Penanganan Cepat oleh Tim Gabungan

Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi menjelaskan bahwa satu unit alat berat telah tiba di lokasi untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan. Tim menargetkan pembersihan dapat selesai sebelum malam hari, sehingga arus lalulintas dapat berjalan normal kedua arah, yaitu antara Kecamatan Cibeber dan Campaka, serta akses menuju Situs Gunung Padang dapat kembali terbuka.

"Kami targetkan sebelum malam jalur sudah dapat dilalui normal, sehingga arus dapat melintas normal dari kedua arah terutama menuju Gunung Padang," kata Iwan Karyadi di Cianjur, Kamis.

Sementara itu, Camat Cibeber Ardian Athoillah menambahkan bahwa satu unit alat berat dan satu unit dumtruk telah diposisikan di lokasi untuk mempercepat proses pembersihan. Menurutnya, upaya ini penting untuk mengembalikan aktivitas warga, terutama perekonomian lokal yang terganggu akibat akses jalan tertutup.

"Pada saat ini satu unit alat berat dan satu unit dumtruk sudah di lokasi guna membersihkan material longsoran yang menutup jalan utama penghubung antar kecamatan, harapan kami dapat segera dilalui agar aktifitas warga terutama perekonomian kembali berjalan," ujar Ardian Athoillah.

Dampak Gangguan Akses bagi Situs dan Warga

Situs Gunung Padang adalah salah satu situs megalitikum terbesar dan paling terkenal di Indonesia, yang menarik perhatian peneliti dan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Gangguan akses jalan ke situs ini tidak hanya mempengaruhi kunjungan wisatawan, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari dan perekonomian lokal warga di Kecamatan Cibeber. Sebelumnya, akses ke Gunung Padang telah menjadi jalur penting bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari dan bagi pelaku wisata untuk mengunjungi situs bersejarah tersebut. Dengan dibukanya kembali jalur, diharapkan aktivitas lokal dan pariwisata dapat segera kembali normal.