Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Borneo FC 7-1 Menang, tapi Persib Juara Super League 2025/26 lewat H2H

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Borneo FC mencetak pesta gol 7-1 atas Malut United di laga terakhir Super League 2025/26, tapi gagal juara karena poin sama dengan Persib Bandung tapi kalah head-to-head.

Borneo FC 7-1 Menang, tapi Persib Juara Super League 2025/26 lewat H2H

Sabtu (23 Mei 2026) di Stadion Segiri Samarinda, Borneo FC menutup musim kompetisi Super League 2025/26 dengan performa memukau, mencetak pesta gol 7-1 atas Malut United. Namun, kemenangan telak itu tidak cukup untuk membawa tim asli Samarinda meraih gelar juara, karena harus puas berada di posisi runner-up setelah poin akhir sama dengan Persib Bandung, tapi kalah dalam peraturan head-to-head.

Detil Pertandingan: Dominasi Total Borneo FC

Borneo FC langsung mengamuk sejak peluit awal pertandingan. Mariano Peralta Bauer membuka keunggulan tim tuan rumah di menit ke-7, sebelum mencetak gol kedua empat menit kemudian untuk membuat skor 2-0. Juan Villa kemudian memperbesar keunggulan menjadi 3-0 di menit ke-12, memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan.

Dominasi tuan rumah terus berlanjut, dengan Kevin Obieta menambah skor ke-4 di menit ke-26, dan skor itu bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Borneo FC tetap mempertahankan gaya permainan agresif. Obieta mencetak gol keduanya di menit ke-57, membawa Pesut Etam menjauh ke skor 5-0. Malut United sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Frets Butuan di menit ke-77, namun Borneo FC segera merespons melalui Muhammad Sihran satu menit berselang, membuat skor 6-1. Kaio kemudian melengkapi pesta gol Borneo FC dengan gol di masa injury time, tepatnya menit ke-90+3.

Klasemen Akhir: Persib Bandung Juara lewat Head-to-Head

Meskipun mencetak kemenangan telak, Borneo FC tidak bisa menggeser Persib Bandung dari posisi puncak klasemen. Kedua tim sama-sama mengakhiri musim dengan koleksi 79 poin, namun Persib Bandung berhak menjadi juara karena unggul dalam rekor head-to-head terhadap Borneo FC.

Pada hari yang sama, Persib Bandung bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang cukup untuk mengamankan gelar juara mereka.

Analisis: Pelajaran dari Hasil Klasemen yang Bergantung Head-to-Head

Hasil akhir musim ini menjadi contoh penting tentang pentingnya hasil pertemuan langsung di kompetisi sepak bola. Banyak penggemar sepak bola mengaku terkejut dengan keputusan juara yang ditentukan oleh head-to-head, mengingat Borneo FC memiliki performa lebih baik di laga terakhir. Namun, peraturan ini telah diterapkan di banyak kompetisi sepak bola dunia untuk memastikan keadilan ketika dua tim memiliki poin yang sama di akhir musim.

Kemenangan 7-1 ini tetap menjadi salah satu performa terbaik Borneo FC sepanjang musim, meskipun mereka harus puas tanpa gelar juara. Sementara itu, Persib Bandung berhasil meraih gelar juara mereka setelah tampil konsisten sepanjang musim, meskipun hanya bermain imbang di laga terakhir.