Bobotoh Cianjur Rayakan Kemenangan Persib Juara Liga Super 2025/2026
Warga Cianjur merayakan kemenangan Persib Bandung juara Liga Super 2025/2026 dengan konvoi motor, meskipun tim bermain imbang, unggul via head-to-head atas Borneo FC.

Pendahuluan
Sabtu malam, 23 Mei 2026, ribuan warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkumpul di ruas-ruas jalan utama untuk merayakan kemenangan Persib Bandung sebagai juara Liga Super 2025/2026. Aksi perayaan ini berlangsung setelah tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut mengakhiri musim dengan hasil imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBLA) Surabaya.
Konteks Kemenangan yang Didapat via Head-to-Head
Meskipun Persib hanya mencetak hasil imbang, kejuaraan ini tidak langsung ditentukan oleh skor pertandingan terakhir. Kedua tim teratas, Persib dan Borneo FC, sama-sama mengumpulkan 79 poin sepanjang musim. Namun, Persib unggul dalam pertandingan head-to-head, sehingga meraih gelar juara meskipun Borneo FC mencetak kemenangan telak 7-1 melawan Malut United di laga penentu lain. Hal ini membuat perayaan kemenangan menjadi lebih meriah di berbagai wilayah, termasuk Cianjur.
Keramaian Perayaan di Cianjur
Di ruas Jalan Siliwangi, salah satu jalan protokol di pusat perkotaan Cianjur, para bobotoh (nama panggilan suporter Persib) padati area tersebut. Mereka menggelar konvoi menggunakan kendaraan bermotor, sambil membawa bendera Persib, menyalakan kembang api dan petasan, serta bernyanyi lagu-lagu pendukung tim. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa personel kepolisian telah bersiaga di sejumlah lokasi keramaian untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Acong, salah seorang bobotoh Cianjur yang hadir dalam konvoi, menyampaikan perasaannya:
"Saya sangat senang dan bersyukur akhirnya Persib bisa kembali menjadi juara."
Dia mengaku merasa deg-degan sepanjang pertandingan Persib melawan Persijap Jepara. Meskipun tim asuhan pelatih Bojan Hodak itu cukup menguasai jalannya pertandingan, ia kesulitan menembus pertahanan ketat Persijap. Beberapa peluang emas sempat muncul, namun tidak membuahkan gol yang diperlukan.
Acong juga menyebutkan bahwa ia merasa lebih gugup ketika mendapati Borneo FC sudah mencetak empat gol ke gawang Malut United dalam kurang dari 30 menit pertandingan. Namun, ketika peluit panjang berbunyi menandai berakhirnya semua laga, skor akhir 7-1 untuk Borneo FC tidak mampu mengubah posisi klasemen, karena Persib sudah mengamankan gelar juara via head-to-head.
Nobar di Kantor PWI Cianjur
Selain konvoi di jalanan, berbagai tempat di Cianjur juga menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan terakhir Persib. Salah satunya adalah di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur, yang menggelar acara nobar yang dimeriahkan dengan hiburan keluarga besar.
Ketua PWI Cianjur, Muhammad Ikhsan, menjelaskan bahwa acara ini diadakan untuk mempererat kebersamaan masyarakat:
"Kami menggelar acara nobar bersama masyarakat Cianjur, dengan menambahkan hiburan keluarga untuk mempererat kebersamaan."
Acara ini dihadiri oleh ratusan warga yang ingin menyaksikan pertandingan penentu Persib bersama-sama, sambil merayakan kemenangan yang sudah dipastikan.
Makna Kemenangan untuk Masyarakat Cianjur
Bagi warga Cianjur, kemenangan Persib Bandung bukan hanya tentang keberhasilan tim sepak bola, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat Jawa Barat. Sebagai salah satu kota di wilayah Jawa Barat, perayaan kemenangan di Cianjur menunjukkan bahwa dukungan kepada Persib tidak hanya terbatas di Bandung, tetapi merata di seluruh wilayah.
Perayaan ini juga berlangsung tanpa insiden serius, berkat pengaturan keamanan yang baik dari pihak kepolisian. Meskipun sebelumnya Dedi Mulyadi telah mengimbau bobotoh untuk tidak berlebihan dalam euforia, perayaan di Cianjur terlihat terkontrol dan aman, menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap protokol keamanan.