Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bima Arya: Pengungsi Korban Longsor Cisarua akan Tempati Hunian Sementara

KDM · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meninjau pengungsi longsor Cisarua, memastikan mereka mendapatkan hunian sementara selama 2 bulan, dukungan logistik, dan modifikasi cuaca untuk memudahkan pencarian korban yang hilang melalui koordinasi sistemik pusat dan daerah.

Bima Arya: Pengungsi Korban Longsor Cisarua akan Tempati Hunian Sementara

Konteks Kejadian Longsor Cisarua dan Kunjungan Bima Arya

Pada Sabtu malam (24 Januari), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian terdampak longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat. Ratusan pengungsi saat ini ditampung di GOR Desa Pasirlangu, dan Bima Arya mengecek kondisi mereka secara langsung untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi serta langkah penanganan pascabencana berjalan sesuai rencana.

Langkah Konkret: Hunian Sementara untuk Pengungsi dengan Insentif

Salah satu poin utama yang disampaikan Bima Arya adalah komitmen pemerintah untuk memberikan hunian sementara selama dua bulan beserta insentif kepada setiap keluarga pengungsi. Hal ini bertujuan agar pengungsi tidak harus tinggal terlalu lama di lokasi pengungsian yang terbatas fasilitasnya.

"Pak Gubernur sudah mengambil langkah cepat agar tidak ada pengungsian terlalu lama di sini. Para pengungsi akan diberikan insentif untuk menempati hunian sementara selama dua bulan," ujar Bima Arya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada keluarga pengungsi yang akan ditinggalkan tanpa hunian sementara—jika masih ada yang belum mendapatkan akses, mereka tetap akan ditampung di GOR Pasirlangu dengan dukungan yang cukup.

Dukungan Logistik dan Antisipasi Cuaca yang Ketat

Selain hunian sementara, pemerintah juga akan terus memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, antara lain:

Bima Arya juga menekankan pentingnya antisipasi cuaca, karena hujan lebat adalah salah satu pemicu utama terjadinya longsor di wilayah Cisarua. Tim meteorologi akan terus memantau kondisi cuaca untuk memberikan peringatan dini jika ada potensi hujan deras yang bisa memperparah situasi.

Modifikasi Cuaca untuk Memudahkan Evakuasi Korban yang Hilang

Untuk memudahkan operasi pencarian dan evakuasi korban yang masih belum ditemukan, pemerintah akan melakukan modifikasi cuaca yang difokuskan di wilayah terdampak. Langkah ini adalah arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri, dengan tujuan untuk mencegah hujan lebat di area longsor sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan kondusif.

"Ini merupakan arahan langsung dari Presiden melalui Menteri Dalam Negeri agar kami segera turun ke lokasi memastikan koordinasi penanganan pascabencana berjalan cepat, sekaligus memastikan pencarian warga yang masih belum ditemukan dapat dilakukan secara maksimal," jelas Bima Arya.

Koordinasi Sistemik Pusat dan Daerah untuk Pascabencana

Bima Arya menyatakan bahwa penanganan pascabencana di Cisarua akan dilakukan dengan koordinasi sistemik antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini melibatkan Bupati Bandung Barat, Gubernur Jawa Barat, dan instansi terkait untuk merencanakan langkah-langkah jangka pendek dan panjang, termasuk pengelolaan lahan bekas longsor yang akan dijadikan hutan sesuai rencana KDM.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko bencana di masa depan dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor.