Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Berangkat dengan Visa Ziarah, PMI Sukabumi Kini Koma di Jeddah

Jabar · Oleh · · Diperbarui 24 Agustus 2026

PMI asal Sukabumi, Evi Mentari (37), terbaring koma di Jeddah dengan tumor otak. Berangkat pakai visa ziarah, ia jadi pekerja ilegal hampir 2 tahun. Suami minta bantuan Gubernur Jawa Barat untuk dipulangkan.

Berangkat dengan Visa Ziarah, PMI Sukabumi Kini Koma di Jeddah

Seorang perempuan asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, bernama Evi Mentari (37), kini terbaring koma di sebuah rumah sakit Jeddah, Arab Saudi. Ibu tiga anak tersebut divonis mengidap tumor otak dan telah menjalani dua kali operasi tanpa sepengetahuan keluarga di Indonesia.

Keberangkatan yang Tidak Sesuai Prosedur

Evi Mentari meninggalkan Indonesia pada akhir November 2022 lalu. Berdasarkan pengakuan suaminya, Erwin Susman (43), keberangkatan istrinya bukan melalui jalur resmi perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia (PT) melainkan secara mandiri.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Bekasi Jadi Momen Para Pemimpin elected Ajak Warga Bangun Fondasi Moral

"Istri bilang sudah ada yang menjemput di bandara di Arab Saudi, calling visa lah mungkin ya. Setahu saya mah visanya visa ziarah," jelas Erwin saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/6).

Kehidupan awal Evi di Arab Saudi memang berjalan cukup lancar. Komunikasi dengan keluarga di Sukabumi tetap terjaga. Namun, problems mulai bermunculan ketika sang majikan tidak kunjung membuatkan Iqamah atau izin tinggal yang seharusnya menjadi hak setiap pekerja migran.

Masa Kerja Berakhir, Pulang Tak Diperkenankan

Ketika masa kerjanya habis, Evi tidak diperkenankan pulang ke tanah air. Situasi semakin rumit ketika hak-haknya berupa gaji selama dua hingga tiga bulan justru ditunda-tunda pembayarannya.

Baca Juga: Pria 46 Tahun Diamankan Polisi Usai Minta Rp50 Ribu ke Wisatawan dengan Kedok Saredona di Talaga Bodas

Tekanan ekonomi dan ketidakpastian hukum memaksa Evi mengambil keputusan berat. Ia akhirnya melarikan diri dari rumah majikan dan bertahan hidup dengan bekerja serabutan selama hampir dua tahun.

Durante masa menjadi pekerja illegal tersebut, kondisi finansial Evi sangat tidak menentu. Sering kali ia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar termasuk makan. Hidup tanpa perlindungan hukum dan jauh dari keluarga membuat kondisinya semakin rentan.

Kondisi Kesehatan Menurun Drastis

Pada akhir Mei 2026, Evi mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya. Tubuhnya drop dan kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya jatuh koma pada Juni 2026.

Tim medis di Jeddah menyatakan Evi mengidap tumor otak. Pihak keluarga kemudian mengetahui bahwa perempuan tersebut telah menjalani operasi sebanyak dua kali tanpa ada pemberitahuan maupun persetujuan dari mereka.

"Keluarga pengen tahu kronologis penyakitnya, tapi pihak dari sana tidak menjelaskan ke saya. Tahu-tahunya sudah dioperasi aja dua kali," keluh Erwin.

Keluarga Minta Bantuan Gubernur Jawa Barat

Erwin Susman telah melaporkan kasus ini kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Perwakilan pemerintah daerah setempat juga telah melakukan kunjungan terkait kasus yang menimpa istrinya ini.

Kini, Erwin menyampaikan permohonan terbuka kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar dapat memfasilitasi proses pemulangan istrinya ke tanah air dalam kondisi apa pun.

"Mohon bantuannya sama Pak Gubernur agar bisa membantu kepulangan istri saya ke Indonesia dalam keadaan hal apa pun. Mudah-mudah bisa berkumpul kembali dengan keluarga karena anak-anaknya sangat membutuhkan ibunya," harap Erwin.

Ketiga anak laki-laki Evi yang masih kecil kini sangat menantikan kehadiran ibunya. Kisah Evi Mentari menjadi pengingat penting tentang kerentanan pekerja migran Indonesia yang tidak terlindungi oleh sistem penempatan resmi dan regulasi yang berlaku.