Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bazar Murah Sesi II Kota Bandung: Stabilisasi Harga Jelang Idulfitri

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Pemerintah Kota Bandung menggelar Bazar Murah Sesi II di Kelurahan Cigereleng untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan jelang Idulfitri melalui kolaborasi lintas sektor

Bazar Murah Sesi II Kota Bandung: Stabilisasi Harga Jelang Idulfitri

Kamis (5/3/2026), Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) sesi II di Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri.

Latar Belakang dan Kolaborasi Lintas Sektor

Bazar murah ini merupakan hasil kolaborasi antara kewilayahan Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Perum Bulog, serta pelaku ritel sembako. Sinergi lintas sektor difokuskan untuk memperkuat pasokan bahan pokok agar tetap tersedia dengan harga terjangkau di tingkat masyarakat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, melainkan instrumen penting untuk stabilisasi ekonomi daerah.

Farhan menjelaskan bahwa Kota Bandung bukan wilayah produsen pangan, sehingga sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari daerah pemasok lain. Oleh karena itu, keterlibatan perangkat kewilayahan, Disdagin, Bulog, hingga jaringan ritel menjadi kunci dalam menjaga rantai pasok tetap berjalan, sehingga masyarakat tidak terdampak gejolak harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Kondisi Pasokan dan Harga Pangan Saat Ini

Menurut Farhan, secara umum kondisi harga pangan di Kota Bandung masih relatif terkendali. Pasokan beras dinilai mencukupi sehingga harga tetap stabil di pasaran. Situasi serupa juga terjadi pada komoditas protein hewani, yaitu daging sapi dan ayam yang masih berada dalam rentang harga normal.

Meski demikian, pemkot mencatat adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas tertentu, seperti telur ayam, cabai, dan bawang dalam beberapa waktu terakhir. Farhan menegaskan bahwa kenaikan harga ini bukan disebabkan oleh kelangkaan barang, melainkan karena lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kondisi ini dinilai masih dalam batas wajar selama pasokan tetap tersedia.

Perhatian Khusus pada Komoditas Cabai Rawit

Sekretaris Disdagin Kota Bandung, Dedi Priadi Nugraha, mengungkapkan bahwa cabai rawit menjadi komoditas yang saat ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Kendati mengalami kenaikan harga, pihaknya optimistis situasi dapat segera terkendali melalui penguatan distribusi dan operasi pasar.

Dedi menambahkan bahwa beberapa bahan pangan lain, seperti tahu dan bawang, masih berada dalam kondisi pasokan aman dan harga relatif stabil. Disdagin terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan.

Cadangan Beras Bulog yang Terjamin

Pemimpin Cabang Perum Bulog Bandung, Ashvile Nusa Pranata, memastikan bahwa stok beras di wilayah Bandung berada dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog menguasai cadangan sekitar 25 ribu ton beras yang terus bergerak mengikuti arus distribusi pasar, termasuk ke pasar tradisional, ritel modern, serta program stabilisasi harga pemerintah.

Selain itu, Ashvile juga menjelaskan bahwa Bulog masih aktif melakukan penyerapan gabah dari petani guna menjaga ketersediaan cadangan nasional. Stok beras yang dimiliki Bulog bersifat dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan distribusi di lapangan.

Antusiasme Masyarakat dan Harga Subsidi

Di tingkat kewilayahan, Camat Regol, Sri Kurniasih, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan bazar murah cukup tinggi. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih ekonomis dibandingkan harga pasar umum.

Sri menilai bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Kehadiran bazar murah juga dinilai mampu mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Beberapa komoditas yang dijual dengan harga subsidi antara lain:

Rencana Program Selanjutnya

Farhan memastikan bahwa program bazar murah akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Bandung. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Hari Raya Idulfitri, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat perkotaan.

Farhan menambahkan bahwa pemkot akan terus melakukan pemantauan rutin bersama instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi gangguan suplai di lapangan, sehingga stabilitas harga pangan dapat terjaga hingga menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.