Bareskrim接手Selidiki Kematian Kabid Aset Purwakarta, Plafon Jebol jadi Sorotan
Kematian misterius Kabid Aset BKAD Purwakarta diselidiki Bareskrim. Temuan plafon jebol dan tangga di TKP jadi sorotan, korban ditemukan dengan empat luka tusuk.

Kasus kematian Yogi Saleh, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, kini memasuki tahap investigasi lebih mendalam.
Bareskrim dan Pusident Terjun Langsung ke TKP
Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat turun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan, Rabu (17/6) sore. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria berusia 46 tahun tersebut.
Penyelidikan intensif difokuskan di kediaman korban yang berlokasi di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta. Keluarga menemukan Yogi tewas bersimbah darah pada Minggu (14/6) malam lalu.
Temuan Janggal yang Menarik Perhatian Penyidik
Kasat Reskrimfunpolres Purwakarta, Ajun Komisaris I Made Purwantara, menjelaskan bahwa olah TKP lanjutan melibatkan tim ahli forensik untuk mendalami temuan di lokasi.
"Untuk plafon yang jebol, itu juga menjadi alasan kami meminta bantuanbidan dan Pusident Bareskrim untuk melakukan penyelidikan ulang,"ujar I Made Purwantara di lokasi kejadian.
Fakta mengejutkan lainnya adalah keberadaan sebuah tangga yang tepat berada di bawah plafon yang jebol tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu sorotan utama dalam proses investigasi.
Barang Bukti Kunci Diamankan
Selain aspek fisik bangunan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti krusial untuk diteliti lebih lanjut. Penyidik menyatakan masih menunggu hasil laboratorium forensik sebelum mengambil kesimpulan.
"Kami masih menunggu hasil penyelidikan terhadap HP serta berkas-berkas yang kami amankan. Semuanya masih diteliti apakah memiliki kaitan langsung dengan kejadian ini,"tambah Made.
Indikasi Kekerasan Fatal pada Korban
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, polisi menemukan indikasi kekerasan yang cukup fatal pada tubuh korban. Terdapat empat luka tusuk yang ditemukan, dengan rincian:
- Tiga luka tusuk di bagian leher
- Satu luka tusuk di bagian ulu hati
Meski demikian, pihak kepolisian belum berani menyimpulkan motif di balik kematian pejabat BKAD tersebut. Pemeriksaan autopsi telah dilakukan, namun hasil resmi dari tim kedokteran forensik masih dalam proses.
Lima Saksi Telah Diperiksa
Hingga saat ini, sedikitnya lima orang saksi telah diperiksa secara intensif oleh penyidik. Pihak berwajib masih melakukan pengembangan untuk mengungkaptabir misteri di balik kasus ini.
"Kami masih menunggu hasil resmi dari tim kedokteran forensik untuk memastikan penyebab kematian dan waktu kematian secara akurat,"pungkas Made.
Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di tingkat nasional.