Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Banjir di Bekasi sebabkan satu remaja meninggal dunia

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Remaja 19 tahun meninggal tenggelam di lapangan sepak bola Bojongsari akibat banjir, mengungkap faktor risiko, respons darurat, dan langkah mitigasi Kabupaten Bekasi.

Banjir di Bekasi sebabkan satu remaja meninggal dunia

Banjir Bojongsari: Kematian Remaja 19 Tahun di Lapangan Sepak Bola

Banjir yang melanda Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi pada akhir pekan lalu menewaskan seorang remaja berusia 19 tahun. Kejadian ini memperlihatkan celah kritis dalam manajemen risiko banjir di wilayah padat penduduk Jawa Barat.


Latar Belakang Banjir di Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi telah mengalami peningkatan frekuensi banjir selama lima tahun terakhir, dipicu oleh:

Sumber BMKG mencatat intensitas hujan mencapai 250 mm dalam 24 jam pada 27 April 2024, menghasilkan tinggi muka air mencapai dua meter di beberapa titik, termasuk lapangan sepak bola di Bojongsari.


Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan

Menurut laporan tenaga medis setempat, Taryana, remaja inisial J (19) bersama tiga temannya sedang bermain di lapangan ketika air mulai naik.

"Korban sempat berenang sejauh 50 meter dari daratan dan berhenti bergelantungan di tiang gawang, kemungkinan karena kelelahan," kata Taryana pada Selasa.


Faktor Risiko dan Analisis Penyebab

  1. Ketinggian air yang melebihi dua meter menciptakan kondisi arus kuat di area lapangan terbuka.
  2. Kurangnya fasilitas keselamatan, seperti tiang penahan atau pelampung, memperparah risiko tenggelam.
  3. Keletihan fisik setelah berenang jauh tanpa jeda meningkatkan kemungkinan kegagalan napas.
  4. Keterbatasan sarana penyelamatan (perahu) menunda respons pertama yang krusial.

Analisis lapangan menunjukkan bahwa lapangan sepak bola tidak dirancang untuk menahan limpasan air tinggi, sehingga menjadi zona rawan pada saat banjir mendadak.


Respon Pemerintah dan Lembaga Kesehatan

Meskipun upaya tersebut cepat, keterbatasan peralatan tetap menjadi kendala utama.


Langkah Mitigasi dan Rekomendasi Keamanan


Kesimpulan

Kematian tragis remaja 19‑tahun di Bojongsari menyoroti kurangnya kesiapsiagaan dan infrastruktur mitigasi yang belum memadai di Kabupaten Bekasi. Penyebab utama adalah tingginya muka air, kurangnya fasilitas keselamatan, serta respon penyelamatan yang terhambat. Implementasi rekomendasi di atas diharapkan dapat mengurangi risiko kejadian serupa dan meningkatkan ketahanan komunitas terhadap banjir di masa depan.

Artikel ini disusun berdasarkan data resmi, wawancara dengan tenaga medis, dan laporan lapangan.