Bandung Tertibkan MPLS 2025: Zero Bullying, Begini Strategi Preventifnya
Wali Kota Bandung tegaskan MPLS 2025 tanpa bullying. Pemerintah perkuat kapasitas guru BP dan evaluasi satu semester untuk cegah kekerasan di sekolah.

Farhan Tegas: Perpeloncoan Tidak Boleh, Zero Bullying jadi Prioritas
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025 harus benar-benar bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. tegas Farhan saat meninjau langsung pelaksanaan MPLS di Kota Bandung, Senin.
"Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," ucap Farhan.
Baca Juga: Pengacara Ade Kuswara Minta Majelis Hakim Bebaskan Kliennya dari Dakwaan Suap
Fokus Orientasi, Bukan Intimidasi
Menurut orang nomor satu di Kota Bandung itu, kegiatan MPLS yang berlangsung selama lima hari harus difokuskan sebagai sarana orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Masa pengenalan ini dirancang untuk membantu siswa baru memahami fasilitas, tenaga pendidik, serta tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolahnya.
Farhan menekankan bahwa MPLS bukanlah momen untuk melakukan intimidasi atau kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap siswa baru. Kegiatan ini justru harus menjadi gerbang awal yang nyaman bagi mereka dalam menjalani jenjang pendidikan.
Baca Juga: Pemkot Bandung Relokasi SDN 026 Bojongloa ke Kawasan Cibaduyut dengan Gedung Lebih Luas
Strategi Preventif: Penguatan Kapasitas Guru BP
Pemerintah Kota Bandung disebut terus memperkuat upaya pencegahan perundungan sejak dini. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni peningkatan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) melalui pelatihan yang dibimbing langsung oleh para psikolog profesional.
Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak tenaga pendidik yang lebih responsif dalam mengidentifikasi potensi kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah. Guru BP dilatih untuk mengenali tanda-tanda siswa yang mungkin menjadi korban atau pelaku perundungan, sehingga intervensi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Evaluasi Efektivitas Satu Semester
Farhan menjelaskan bahwa efektivitas pelatihan tersebut akan dievaluasi selama satu semester penuh. Evaluasi ini bertujuan untuk melihat dampak nyata terhadap penanganan kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.
"Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya perilaku kekerasan atau bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal," jelas Farhan.
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan program ke depan, sehingga strategi pencegahan perundungan di sekolah-sekolah Kota Bandung bisa semakin optimal.
Harapannya untuk Siswa Baru
Momentum MPLS juga dimanfaatkan sebagai tahap awal adaptasi sebelum siswa memulai kegiatan belajar mengajar secara penuh. Farhan pun menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta didik baru di Kota Bandung.
"Semoga seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan baik dan memulai perjalanan pendidikan mereka dengan semangat," kata Farhan.
Komitmen Lindungi Anak dari Kekerasan
Kasus perundungan di kalangan pelajar menjadi masalah serius yang memerlukan perhatian semua pihak. Melalui kebijakan zero bullying pada MPLS dan penguatan kapasitas guru BP, Pemerintah Kota Bandung menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi anak-anak dari kekerasan sejak dini.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk intimidasi bagi seluruh peserta didik.