Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Siapkan Delapan Venue untuk Terima Delegasi 11 Negara di Konferensi Insinyur ASEAN

Bandung · Oleh ·

Bandung menyiapkan delapan venue untuk konferensi insinyur ASEAN CAFEO 44 pada 20-22 Oktober 2026 dengan harapan ribuan delegasi dari 11 negara turut menggerakkan ekonomi lokal.

Bandung Siapkan Delapan Venue untuk Terima Delegasi 11 Negara di Konferensi Insinyur ASEAN

Bandung bakal jadi episentrum pertemuan insinyur se-Asia Tenggara pada 20-22 Oktober 2026. Konferensi CAFEO 44 akan menghadirkan sekitar 1.000 delegasi dari 11 negara ASEAN, dan pemerintah kota sudah siapkan delapan lokasi untuk mengakomodasi kegiatan mereka.

Delapan venue itu tersebar di beberapa titik strategis. PT Kereta Api Indonesia dan PT Dirgantara Indonesia masuk dalam daftar tempat kunjungan teknis. Dua perusahaan milik negara itu akan демо strasikan kemampuan industri lokal ke delegasi mancanegara. PT Pindad yang memproduksi alutsista juga membuka pintunya untuk para insinyur internasional.

Selain institusi pertahanan, kampus juga dilibatkan. ITB dan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) di Cimahi menjadi lokasi seminar dan pertemuan kelompok kerja. Museum Geologi dan Gedung Balaikota Bandung ikut disiapkan sebagai venues pendukung.

Baca Juga: Moofeat Bandung Kirim 10.000 Paket Sebulan Lewat 300 Afiliator

Unjani Cimahi secara khusus jadi tuan rumah seminar nasional bertema teknologi pertahanan. Acara ini bakal dibuka sehari sebelum CAFEO 44 resmi dimulai, sebagai pemanasan sebelum sesi pleno dengan delegasi asing.

"Bandung dipilih karena infrastruktur dan kapasitas hotelnya memadai untuk acara berskala regional," kata Santhi Serad, Chairperson CAFEO 44 dan Direktur Eksekutif PII. Ia menambahkan bahwa pengalaman berbeda bakal dirasakan delegasi yang datang dari 11 negara.

Porsi Pemerintah Daerah Jawa Barat

Baca Juga: HRTA Bukukan Pendapatan Rp33,8 Triliun pada Semester I-2026, Laba Bersih Capai Rp700 Miliar

Persiapan ini bukan hanya urusan Persatuan Insinyur Indonesia. Dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Bandung ikut dilibatkan. Kesiapan venue, transportasi, dan akomodasi jadi tanggung jawab bersama antara panitia dan pemerintah daerah.

Ini sekaligus menguji kesiapan Jawa Barat sebagai tuan rumah acara internasional. Pariwisata dan investasi potensial masuk lewat ajang seperti ini. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Bandung atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai kesiapan mereka.

Agenda Pendukung untuk Insinyur Lokal

Sebelum CAFEO 44 dimulai, PII sudah menjadwalkan Rapimnas dan Seminar Nasional Teknologi Pertahanan pada 19 Oktober 2026 di Bandung.Agenda ini mempertemukan insinyur Indonesia dengan perkembangan teknologi pertahanan terkini. Materi yang dibahas kemungkinan besar akan menyangkut industri pertahanan dalam negeri yang selama ini dikelola PT Pindad.

Secara paralel, PII bersama Kementerian Dalam Negeri juga sedang mengukur Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) di seluruh Indonesia. Pengukuran ini untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah menerapkan praktik keinsinyuran dalam pembangunan. Hasilnya bakal diumumkan pada 29 Agustus 2026.

Konteks dari kebijakan itu, menurut UU Nomor 11 Tahun 2024 tentang Keinsinyuran, kegiatan keinsinyuran harus melindungi tiga pihak: insinyur sebagai pelaku, pengguna jasa, dan masyarakat yang memanfaatkan hasil kerja keinsinyuran seperti infrastruktur dan fasilitas keteknikan.

Dampak untuk Bandung

Ribuan delegasi yang datang selama tiga hari akan membutuhkan tempat tinggal, makanan, dan transportasi. Sektor perhotelan dan kuliner di Bandung kemungkinan besar mengalami lonjakan permintaan selama Oktober 2026.

PII optimistis acara ini memberikan dampak ekonomi langsung ke Bandung. Namun belum ada hitungan pasti mengenaiestimasi wisatawan mancanegara yang bakal datang maupun potensi pendapatan daerah dari evento ini.