Bandung Siaga Sampah 2026: 25 Mesin Baru & Ribuan Petugas Siap Beraksi
Bandung bersiap hadapi 2026 dengan siaga sampah! Pemkot tambah 25 mesin & 1.597 petugas kebersihan, tanggapi sorotan Gubernur Jabar. Demi Bandung bersih!

Pemkot Bandung Perkuat Penanganan Sampah: Tambah 25 Mesin Pengolah dan 1.597 Petugas
समस्याओं sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026. Hal tersebut terungkap dalam evaluasi Gubernur Jawa Barat (Jabar) terhadap RAPBD Kota Bandung, yang secara spesifik menyoroti kebersihan kota dan sistem pengelolaan sampah yang ada.
Fokus Gubernur Jawa Barat pada Kebersihan Kota
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa Gubernur Jabar memberikan perhatian serius terhadap kondisi kebersihan Kota Bandung. Perhatian ini mencakup penguatan sumber daya manusia dan penyediaan sarana pendukung yang memadai untuk pengelolaan sampah.
"Dalam evaluasi RAPBD 2026, salah satu yang menjadi sorotan gubernur adalah kebersihan kota. Penekanannya diarahkan pada penambahan jumlah penyapu jalan agar cakupan wilayah yang dibersihkan bisa lebih luas," ungkap Farhan.
Saat ini, Kota Bandung memiliki sekitar 800 petugas penyapu jalan yang hanya mampu menjangkau sekitar 52% dari total ruas jalan. Kondisi ini diperparah dengan sebagian besar kegiatan penyapuan yang hanya dilakukan dalam satu shift kerja, menyebabkan kebersihan jalan tidak dapat bertahan lama.
- Optimalisasi Jumlah Petugas Penyapu Jalan: "Ke depan, harapannya jumlah penyapu jalan bisa bertambah sehingga penyapuan tidak hanya satu sif, tapi bisa dua bahkan tiga sif, terutama di pusat kota. Dengan begitu, kebersihan bisa terjaga sepanjang hari," tambah Farhan.
Peningkatan Kapasitas Pengolahan Sampah
Selain kebersihan jalan, Pemkot Bandung juga menempatkan perhatian besar pada penguatan sistem pengolahan sampah. Meskipun armada pengangkutan dan alat berat dinilai cukup memadai, kemampuan pengolahan sampah di Kota Bandung masih memerlukan peningkatan signifikan, yang mengindikasikan kebutuhan akan penambahan mesin-mesin pengolah.
Untuk merealisasikan upaya ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp96 miliar pada tahun 2026. Anggaran ini mencakup:
- Penambahan petugas penyapu jalan.
- Pengadaan mesin pengolahan atau pemusnah sampah.
- Penguatan pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.
"Penambahan Rp96 miliar ini di luar anggaran eksisting persampahan yang sekitar Rp240 miliar,” tegas Farhan.
Penguatan Pengelolaan Sampah di Tingkat Kelurahan dan Kecamatan
Pemkot Bandung juga berencana menempatkan petugas pemilah dan pengolah sampah di setiap kecamatan dan kelurahan. Fokus utama adalah pengolahan sampah organik di tingkat Rukun Warga (RW), dengan target penambahan personel sekitar 1.597 orang.
Dari sisi teknologi, DLH Kota Bandung merencanakan penambahan mesin pemusnah sampah, termasuk mempertimbangkan insinerator. Namun, rencana ini masih dalam tahap kajian lebih lanjut.
"Masukan dari DLH Provinsi Jabar, tidak hanya mengandalkan insinerator. Alternatif seperti optimalisasi TPS 3R, bank sampah, dan metode RDF juga perlu diaktifkan,” jelas Farhan.
Dalam anggaran 2026, DLH Kota Bandung telah mengalokasikan sembilan unit mesin pengolahan sampah dan mengusulkan tambahan 16 unit, sehingga totalnya menjadi 25 unit. Jumlah dan metode pengolahan ini masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah provinsi.
Target Penurunan Timbunan Sampah
Saat ini, timbunan sampah di Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 981 ton masih berakhir di TPA Sarimukti. Kemampuan pengolahan sampah yang ada saat ini baru sekitar 350 ton per hari, menyisakan selisih sekitar 200 ton yang belum tertangani secara optimal.
"Dengan tambahan mesin pengolahan dan penguatan peran petugas pemilah di kewilayahan, diharapkan gap 200 ton ini bisa tertangani. Targetnya, satu petugas mampu mengolah sekitar 25 kilogram sampah per hari, yang secara total bisa mengurangi timbulan sampah hingga puluhan ton,” papar Farhan.
Farhan menargetkan seluruh fasilitas pengolahan baru dapat terpasang dan beroperasi penuh pada triwulan pertama 2026. Dengan demikian, diharapkan mulai April 2026, Kota Bandung dapat lebih mandiri dalam mengelola sampahnya dan potensi darurat sampah dapat diminimalisir.
"Saat ini, seluruh usulan tersebut masih dalam tahap evaluasi gubernur dan penyusunan ulang anggaran. Pemkot Bandung juga akan melakukan efisiensi pada sejumlah pos anggaran yang dinilai kurang optimal, agar fokus pada sektor-sektor prioritas, termasuk persampahan dan kebersihan kota," pungkasnya.
MI