Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Kembali Layani Penerbangan Jet Mulai Agustus 2026
Bandara Husein Sastranegara Bandung ditargetkan kembali layani pesawat jet pada 17 Agustus 2026, dengan operasional penuh September 2026.

Kabar Gembira untuk Transportasi Udara Bandung
Kota Bandung dan sekitarnya bakal kembali memiliki bandara komersial yang melayani penerbangan jet. Kementerian Perhubungan resmi menargetkan Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi untuk pesawat jet pada 17 Agustus 2026, dengan operasional penuh dijadwalkan pada September 2026.
Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi infrastruktur transportasi Jawa Barat, mengingat selama beberapa waktu terakhir lalu lintas penerbangan komersial di kawasan Bandung mengandalkan Bandara Kertajati di Majalengka.
Baca Juga: Pengacara Ade Kuswara Minta Majelis Hakim Bebaskan Kliennya dari Dakwaan Suap
Dua Skenario Reaktivasi yang Disiapkan
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengumumkan bahwa pemerintah telah menyusun dua skenario strategis dalam proses reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.
"Kami telah menyiapkan dua skenario. Skenario pertama ditargetkan mulai melayani pesawat jet pada 17 Agustus 2026, sedangkan skenario kedua ditargetkan mencapai operasional penuh pada 17 September 2026," jelas Lukman dalam keterangan resmi.
Dalam skenario pertama atau tahap awal, bandara akan melayani penerbangan jet dengan lingkup operasi terbatas. Layanan ini mencakup:
Baca Juga: Pemkot Bandung Relokasi SDN 026 Bojongloa ke Kawasan Cibaduyut dengan Gedung Lebih Luas
- Penerbangan bisnis (business flight)
- Penerbangan carter (chartered flight)
- Didukung kesiapan infrastruktur dasar
Memasuki skenario kedua, bandara ditargetkan mampu melayani pesawat jet berbadan sempit (narrow body) seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320. Operasional pada tahap ini akan didukung sistem manajemen slot penerbangan untuk memastikan kapasitas layanan tetap aman, tertib, dan efisien.
Persiapan Infrastruktur dan Aspek Keselamatan
Kemenhub mendorong PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) untuk mempercepat pemenuhan aspek operasional, baik di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside). Prioritas pekerjaan yang tengah dikejar meliputi:
- Peningkatan fasilitas landasan pacu
- Penguatan infrastruktur terminal
- Penambahan kapasitas parking apron
- Penyediaan fasilitas pendukung lainnya
Dari sisi keselamatan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mewajibkan pemenuhan persyaratan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7. Plan ini akan direalisasikan melalui:
- Mobilisasi kendaraan ARFF (Aircraft Rescue and Fire Fighting) dari Bandara Kertajati setelah musim haji berakhir
- Penguatan personel khusus penanganan keadaan darurat
Koordinasi dengan TNI AU
Sebagai bandara dengan konsep penggunaan bersama (shared use), koordinasi intensif terus dilakukan dengan TNI Angkatan Udara. Hal ini melibatkan komunikasi langsung dengan Komandan Lanud Husein Sastranegara untuk memastikan operasional sipil tidak mengganggu fungsi pertahanan udara.
Lukman menegaskan bahwa seluruh tahapan reaktivasi harus tetap mengacu pada standar keselamatan dan regulasi penerbangan sipil yang berlaku.
"Seluruh proses tersebut harus tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap regulasi," tegas Lukman.
Dampak bagi Masyarakat Bandung dan Sekitarnya
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diharapkan memberikan dampak signifikan bagi:
- Aksesibilitas transportasi udara masyarakat Bandung dan sekitar
- Perekonomian lokal melalui peningkatan kunjungan wisata dan bisnis
- Pengurangan beban Bandara Kertajati sebagai bandara komersial utama Jawa Barat
- Diversifikasi opsi penerbangan bagi penumpang di kawasan Pulau Jawa
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kemenhub terkait perkembangan persiapan dan jadwal pasti operasional bandara. Dengan semakin dekatnya target reaktivasi, diharapkan seluruh stakeholder dapat menjalankan persiapan secara optimal demi tercapainya operasional yang aman dan efisien.