Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Aris, Petugas Kebersihan Purwakarta: Mengabdi Lebaran Tanpa Keluarga

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Petugas kebersihan Aris (43) dari Purwakarta memilih mengabdi menjaga kebersihan kota selama Hari Raya Lebaran, bersama 100 rekan kerja dan armada pendukung Dinas Lingkungan Hidup.

Aris, Petugas Kebersihan Purwakarta: Mengabdi Lebaran Tanpa Keluarga

Hari Raya Lebaran: Momen Berkumpul yang Terlewati untuk Kebersihan Kota

Pada Hari Raya Idul Fitri, momen berkumpul dengan keluarga dan menikmati hidangan lebaran menjadi hal yang paling dinantikan oleh sebagian besar warga Indonesia. Namun bagi sebagian tenaga kebersihan di daerah perkotaan, momen berharga itu harus terlewati demi menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka bertugas. Salah satu sosok yang memilih mengorbankan momen keluarga adalah Aris.

10 Tahun Mengabdi, Selalu Ada di Jalur Selama Takbiran dan Lebaran

Aris, berusia 43 tahun, adalah pegawai PPPK Paruh Waktu di Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dalam 10 tahun mengabdi sebagai petugas kebersihan, ia telah terbiasa bekerja pada malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri, bersama rekan-rekan sejawatnya membersihkan pusat kota Purwakarta dari berbagai jenis sampah.

Menurut Aris, hampir setiap tahun ia tidak bisa berkumpul dengan keluarga pada malam takbiran, karena harus menyapu area pusat kota dari sampah yang tersisa dari aktivitas warga yang merayakan malam sebelum hari raya. "Kami selalu ada di jalan sejak malam takbiran hingga selesai Sholat Idul Fitri, untuk memastikan kota tidak tercemar sampah," jelasnya.

"Pekerjaan lebih utama karena sudah menjadi kewajiban sebagai pegawai Bidang Persampahan," ujar Aris di dinihari Sabtu (21/3).

Operasi Pembersihan Selama Hari Raya

Pada tahun ini, tim petugas kebersihan yang dipimpin Aris menyisir area seluas sekitar tiga kilometer, mulai dari depan Rumah Sakit Daerah Bayu Asih Purwakarta di Jalan Veteran, hingga pusat kota Purwakarta dan berakhir di Sindang Kasih. Mereka fokus membersihkan sampah-sampah tercecer, termasuk bekas alas sholat seperti koran, plastik, dan sisa makanan yang dikumpulkan warga setelah pelaksanaan Salat Idul Fitri berjamaah.

Banyak warga Purwakarta menggelar sholat berjamaah di ruang terbuka di pusat kota, sehingga meninggalkan tumpukan sampah yang harus segera dibersihkan agar area tersebut dapat digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari. Tanpa kehadiran petugas kebersihan, sampah tersebut bisa menimbulkan bau tidak sedap dan menarik hama, yang mengganggu kenyamanan warga selama hari raya.

Dukungan Armada dan Jumlah Petugas yang Cukup

Untuk menunjang operasi pembersihan kota selama Hari Raya Lebaran, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta menerjunkan 100 petugas kebersihan dari Bidang Persampahan. Tim ini didukung oleh tujuh armada pengangkut sampah jenis pick-up dan satu dump truck, sehingga semua sampah dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan genangan sampah di pusat kota.

Menurut ketua tim pembersihan, penggunaan armada yang cukup memungkinkan tim untuk bekerja lebih efisien, sehingga area yang sudah dibersihkan dapat segera dikosongkan dari sampah. Hal ini juga membantu mencegah penyebaran penyakit akibat sampah yang membusuk selama musim panas hari raya.

Peran Penting Petugas Kebersihan di Momen Hari Raya

Kehadiran petugas kebersihan seperti Aris menjadi kunci utama agar kota Purwakarta tetap bersih dan nyaman selama Hari Raya Idul Fitri. Meskipun harus mengorbankan momen berkumpul dengan keluarga, mereka tetap bekerja dengan penuh dedikasi untuk memastikan bahwa warga dapat menikmati hari raya tanpa gangguan dari sampah.

Bagi warga Purwakarta, kebersihan kota selama hari raya menjadi hal yang penting, karena mencerminkan citra kota dan membuat tamu yang datang merasa nyaman. Dengan adanya petugas kebersihan yang siap bekerja pada hari raya, kota Purwakarta dapat tetap terjaga kebersihannya meskipun ada peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan selama musim hari raya.